Ia pun meminta maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan video tersebut. Termasuk kepada Bupati Sumenep, Ach. Fauzi. Menurutnya, video itu hasil editan. Dirinya tidak pernah bermaksud menyampaikan bahwa bupati menyuruh kepala desa mencuri sapi warganya.
Joko menjelaskan, pernyataannya hanya bertujuan agar para kepala desa bisa maksimal mengajak masyarakatnya untuk vaksin. Mengingat sampai saat ini capaian vaksinasi di Kecamatan Batang-batang masih rendah.
"Kami hanya bermaksud agar kepala desa bergerak maksimal mengajak warganya mau divaksin. Dengan demikian, herd immunity bisa segera tercapai," ucapnya.
Terkait kalimat ngeco’ itu, ia berdalih bukan berarti dirinya menyuruh kepala desa mencuri sapi warganya. Namun maksudnya adalah kepala desa punya kartu As warga. Setiap persoalan selalu diadukan ke kepala desa.
Baca Juga:5 Rekomendasi Ranu di Jawa Timur Buat Kamu yang Udah Kangen Kemping
"Ada yang sakit ke pak kalebun. Ada yang mati, ke pak kalebun. Bahkan sapi hilang, juga lapor ke Pak Kalebun. Ini maksud pernyataan saya. Sekali lagi, saya minta maaf. Tolong video itu jangan lagi diviralkan," ujarnya.