alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bertemu Presiden di Istana, Suroto Si Peternak yang Bentang Poster di Blitar Minta Maaf

Muhammad Taufiq | Ummi Hadyah Saleh Kamis, 16 September 2021 | 16:11 WIB

Bertemu Presiden di Istana, Suroto Si Peternak yang Bentang Poster di Blitar Minta Maaf
Aksi pembawa poster saat kunjungan Jokowi ke Blitar (Instagram/@bwi24jam)

Masih ingat Suroto? Petenak ayam petelur yang sempat membuat heboh gara-gara membentang poster permintaan tolong saat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

SuaraJatim.id - Masih ingat Suroto? Petenak ayam petelur yang sempat membuat heboh gara-gara membentang poster permintaan tolong saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Blitar Jawa Timur pada Selasa 7 September 2021 lalu.

Saat itu Suroto sempat diamankan kepolisian setempat gara-gara aksinya tersebut. Hal inilah yang kemudian menjadi viral. Suroto mendapat banyak dukungan dari publik tanah air. Ternyata kemarin Suroto diundang Jokowi ke Istana Presiden di Jakarta, Rabu (15/09/2021).

"Alhamdulillah saya bangga dan bersyukur ternyata apa yang saya mintakan agar beli jagung dengan harga yang wajar, maksud saya bukan murah tapi harga wajar," kata Suroto, Rabu (15/09/2021).

"Poster itu tulisannya begini: Pak Jokowi, bantu peternak beli jagung dengan harga wajar. Telur murah. Itu yang lengkap, jadi ada kata telur murah," ujarnya menambahkan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Hingga Anies Baswedan Divonis Melawan Hukum Timbulkan Polusi Udara

Dalam kesempatan bertemu presiden tersebut, Suroto juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi lantaran aksinya yang membentangkan poster di Jalan Soekarno-Hatta itu membuat gaduh publik.

"Saya tadi sudah minta maaf ke Pak Jokowi setelah apa yang saya lakukan ternyata malah membikin repot semuanya. Padahal tujuan saya cuman satu, agar ada penurunan di harga jagung, tapi Alhamdulillah semua ini sudah diatasi tadi," tuturnya.

Namun kata Suroto, Jokowi justru berterima kasih kepada dirinya yang telah membentangkan poster terkait persoalan peternak. Sehingga Jokowi jadi mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan.

"(Pak Jokowi) Berterima kasih, berterima kasih sekali dengan apa yang saya lakukan itu. Pak Jokowi tadi mengatakan enggak apa-apa justru itu bagus. Kalau ndak ada saya Pak Jokowi nggak akan tahu apa yang terjadi permasalahan di rakyat itu. Jadi kadang kan laporannya enggak sampai," ucap Suroto .

Tak hanya itu, Suroto mengimbuhkan, Presiden Jokowi juga berjanji akan memenuhi permintaan para peternak. "Akhirnya pak Jokowi berjanji untuk memenuhi itu, jadi saya sangat berterima kasih," katanya.

Baca Juga: Khawatir Penyusup Kasih Info Keliru soal TWK KPK, Jokowi Diminta Temui Komnas HAM dan ORI

Sebelumnya, Suroto membeberkan inisiatifnya membentangkan poster ke arah Presiden Joko Widodo di Jalan Moh. Hatta, Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (7/9/2021).

Hal tersebut kata Suroto agar Jokowi mendengar dan melihat langsung kondisi para peternak.

"Makanya saya punya inisiatif. Kalau saya ndak nekat membentangkan poster, ini pasti saya ndak akan ditanggapi. Dalam artian saya percaya ini ndak nyampe ke pak Jokowi," ucap dia.

Meski sempat tak percaya, Suroto akhirnya bersyukur dapat menyampaikan langsung keluh kesahnya kepada Jokowi dan berharap segera mendapatkan solusi untuk masa depan para peternak.

"Kemarin pagi, pagi jam 8, jadi mendadak, kita nggak tahu, kaget. Ini pasti bohong, ini pasti bohong. Lah iya (ternyata) betul (diundang)," ucap Suroto.

Suroto meyakini Jokowi dapat membantu memecahkan masalah yang sudah lama dihadapi para peternak, yaitu harga jagung yang cenderung naik dan harga telur yang sangat rendah.

"Saya percaya satu-satunya orang Indonesia yang pada saat ini yang bisa menolong peternak, ya hanya Pak Jokowi," kata dia.

Suroto juga menyebut bahwa sebelumnya para petani melalui asosiasi dan koperasi sudah mencoba mencari jalan keluar kepada sejumlah lembaga pemerintah yang ada di daerah hingga ke Kementerian Pertanian.

"Spontanitas para ketua asosiasi, ketua koperasi sudah mencoba untuk koordinasi dengan dinas perdagangan, dinas pertanian setempat, minta audiensi, hearing sama Kementan, tapi yang menemui cuma dirjen PKH-nya," tutur Suroto.

Namun, kata Suroto pertemuan-pertemuan tersebut tidak menghasilkan solusi bagi para peternak yang sedang dalam kondisi sulit tersebut.

"Jadi, Ndak bisa memberikan solusi, sedangkan kita terjepit posisinya. Usaha itu Ndak bisa jalan. Sedangkan kita terjepit posisinya. Sudah usaha itu tidak bisa jalan, kita produksi telur aja seumpama 100 persen itu masih rugi, sedangkan telur nggak bisa keluar numpuk di gudang kandang itu," kata Suroto.

Untuk diketahui, Suroto terekam ditangkap polisi usai membentangkan poster meminta bantuan ke Jokowi terkait tingginya harga jagung di tingkat peternak.

Melalui tulisannya, Suroto meminta agar Jokowi segera turun tangan.

Saat itu Suroto membentangkan poster bertuliskan: "Pak Jokowi bantu peternak, beli jagung dengan harga wajar".

Ia kemudian diamankan ke kantor polisi setempat. Poster itu diangkat Suroto saat presiden berjalan meninggalkan Makam Bung Karno.

Dalam video nampak mobil yang ditumpangi Jokowi keluar dari kawasan Makam Bung Karno. Kemudian terlihat Suroto mengenakan jaket dan celana hitam membawa poster didatangi oleh polisi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait