alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buat Kalian Para Remaja yang Sering Cemas di Masa Pandemi Ini, Begini Solusinya

Muhammad Taufiq Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:36 WIB

Buat Kalian Para Remaja yang Sering Cemas di Masa Pandemi Ini, Begini Solusinya
Ilustrasi stres bekerja. (pexels.com/Yan Krukov

Pandemi Covid-19 memang memukul siapa saja, tidak terkecuali bagi para remaja. Gejala depresi dan kecemasan sering menyerang para remaja ini.

SuaraJatim.id - Pandemi Covid-19 memang memukul siapa saja, tidak terkecuali bagi para remaja. Gejala depresi dan kecemasan sering menyerang para remaja ini.

Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan dan strategi terapi yang baik bagi mereka. Seperti apa terapi yang tepat bagi anak-anak muda ini? Begini kata Dokter spesialis kedokteran olahraga konsultan patient care and community di RSUI Listya Tresnanti Mirtha.

Menurut dia, aktivitas fisik dan latihan fisik sangat efektif bisa menjadi strategi terapi efektif. Saat pandemi COVID-19, aktivitas remaja cenderung sedikit, menjadikan mereka kurang aktif dan lebih banyak duduk melakukan screen time antara lain karena menjalani sekolah secara online, serta pola tidur tidak beraturan.

Staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan, duduk yang terlalu lama akan menciptakan beban yang statis, sehingga otot akan berkontraksi secara terus-menerus tanpa adanya fase pemanjangan atau pemendekan, yang akhirnya dapat mengganggu sirkulasi otot dan menimbulkan kelelahan.

Baca Juga: Aktivitas Otak Penderita Trauma Bisa Memprediksikan Kesehatan Mental Jangka Panjang Mereka

Saat aktivitas fisik menurun, tingkat kebugaran tubuh juga akan menurun dan hal ini juga dapat meningkatkan masalah kesehatan fisik dan mental. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 menyebutkan kondisi kesehatan mental menyumbang 16 persen dari beban penyakit dan cedera secara global pada kelompok usia 10-19 tahun.

Apabila gangguan kesehatan mental tidak dapat diatasi, maka saat remaja kemungkinan dapat meluas hingga dewasa. Akibatnya, dapat merusak kesehatan fisik dan mental serta membatasi kesempatan untuk menjalani kehidupan yang memuaskan sebagai orang dewasa.

“Konsekuensi dari tidak mengatasi kondisi kesehatan mental remaja meluas hingga dewasa,” kata Listya dalam sebuah seminar awam yang digelar secara daring, belum lama ini.

Menurut dia, aktivitas fisik pada remaja dan kelompok usia lainnya sangat penting dan memiliki banyak manfaat, seperti memelihara tingkat kesehatan dan kebugaran jasmani, membangun kesehatan otot dan tulang, mengurangi gejala kecemasan dan depresi, dan lain-lain.

Aktivitas fisik bertujuan untuk membuat tubuh lebih sehat, yakni melibatkan seluruh gerakan tubuh sebagai hasil kontraksi otot rangka, yang akan meningkatkan energi ekspenditur, misalnya melakukan pekerjaan rumah tangga seperti menyapu atau mencuci.

Baca Juga: Studi: Ibu yang Alami Kecemasan Usai Melahirkan Lebih Punya Ikatan Dengan Anak

Untuk bugar, seseorang juga harus melakukan latihan fisik yakni aktivitas fisik yang terencana, terstruktur dengan gerakan yang dilakukan berulang untuk memperbaiki atau memelihara komponen kebugaran jasmani, misalnya latihan mengangkat beban beberapa set dan dengan repetisi tertentu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait