alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jangan Sampai Putus! Ini Hadits Tentang Silaturahmi, Harus Baik dengan Teman dan Tetangga

Pebriansyah Ariefana Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Jangan Sampai Putus! Ini Hadits Tentang Silaturahmi, Harus Baik dengan Teman dan Tetangga
Ilustrasi berteman (pexels.com/Kampus Production)

Silaturahmi adalah salah satu amalan bagi umat dalam rangka menyambung dan mempererat tali persaudaraan.

SuaraJatim.id - Dalam Islam, silaturahmi sangat penting, bahkan untuk menjaga tali persaudaraan sesama teman dan tetangga. Ada hadits tentang silaturahmi yang mengajarkan muslim tidak jahat dengan teman dan kerabat untuk menjaga hubungan baik.

Silaturahmi adalah salah satu amalan bagi umat dalam rangka menyambung dan mempererat tali persaudaraan. Silaturahmi bisa diakukan kapan saja, termasuk di hari istimewa saat hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Silaturahmi bisa diartikan sebagai amalan utama yang mampu menyambung kembali apa-apa yang terputus. Oleh sebab itu, silaturahmi mempunyai banyak keutamaan dan manfaat luar biasa.

Rasulullah SAW juga mengajarkan agar setiap muslim hendaknya senantiasa bersilaturahmi. Nah, simak berikut ini beberapa hadits tentang silaturahmi yang dilansir dari berbagai sumber.

Berikut Hadis Tentang Silaturahmi

Baca Juga: Salmafina Putus dari Pacar Bule, Sunan Kalijaga Sebut Dapat Jodoh Agamanya Islam

Mengenai anjuran silaturahmi, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori. Adapun bunyi haditsnya sebagai berikut:.

Man ahabba ayyubsatho lahu firrizqi, wayunsa’a lahu fii atsarihi wal yashil rahimahu

Artinya: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.

Mengenai pentingnya silaturahmi, disebutkan juga dalam hadis lainnya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori seperti berikut ini.

Laysa Al-Wasilu bil mukafi, walakinna Al-Wasil alladzi idza qatha’at rahimuhu wa shalaha

Baca Juga: Bagaimana Jika Tak Hapus Tato saat Taubat? Tetap Dosa?

Artinya: “Al-Wasil (orang yang menyambung silaturahmi) bukan yang sekedar membalas, Al-Wasil yang sesungguhnya adalah orang yang apabila diputus silaturahmi (silaturahim) kepadanya ia menyambungnya.”

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait