alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Surat Thaha Ayat 41, Kisah Nabi Musa hingga Mukjizat yang Diterimanya

Dinar Surya Oktarini Minggu, 14 November 2021 | 09:00 WIB

Surat Thaha Ayat 41, Kisah Nabi Musa hingga Mukjizat yang Diterimanya
Ilustrasi alquran, doa, dzikir, islam, sholat, salat (Elemen Envato)

Yuk simak bacaan Surat Thaha Ayat 41 Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya

SuaraJatim.id - Surat Thaha merupakan surat yang ke 20 dalam susunan mushaf Al Quran dan terdiri dari 135 ayat. Surat ini dimulai dengan huruf muqattha'ah (Tha, Ha) sehingga disebut sebagai surat Thaha. Berikut bacaan surat Thaha ayat 41.

Surat Thaha ayat 41 menjelaskan tentang salah satu karunia Allah SWT yang dianugerahi kepada Nabi Musa AS. Ayat tersebut mengandung pernyataan Allah memilih Nabi Musa sebagai utusannya.

Bacaan Surat Thaha Ayat 41 Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya.

Bacaan latin: Waana'tuka linafs

Baca Juga: Bacaan Latin, Arab dan Isi Kandungan Surah Al Buruj Ayat 1-22

Artinya: "dan Aku telah memilihmu (menjadi rasul) untuk diri-Ku."

Ayat di atas merupakan salah satu nikmat Nabi Musa yang dipilih Allah sebagai penyampai wahyu tentang akidah tauhid dan agama yang lurus kepada umat manusia.

Berdasarkan tafsir dari Al Quran Kementerian Agama (Kemenag), surat Thaha ayat 41 merupakan kelanjutan penjelasan mengenai karunia kedelapan dari Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Musa AS.

Karunia kedelapan yang dimaksud adalah Allah SWT memilih Nabi Musa AS menjadi rasul. Yang artinya, dipercaya sebagai orang yang menegakkan hujjah atas kebenaran yang dibawanya dan memimpin umat manusia untuk bertauhid mengesakan Allah SWT.

Nabi Musa mendapat perintah dari Allah untuk mengajak Firaun kembali ke jalan yang benar. Nabi Musa lahir pada masa Fir'aun yang merupakan waktu yang paling bermuatan politik dalam sejarah. Firaun merupakan Raja Mesir yang terkenal dengan kezaliman dan kekejamannya disaat itu.

Baca Juga: Bacaan Surah Al Maun dan Artinya, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Arab

Saat menjalankan perintahnya, Nabi Musa dibekali Allah dengan beberapa mukjizat, salah satunya dapat berbicara langsung dengan Allah. Karena mukjizat tersebut, beliau pun mendapat julukan Kalimullah. Selain Nabi Musa, ada Nabi Muhammad SAW yang juga dapat berbicara langsung dengan Allah pada peristiwa Isra’Miraj.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait