alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kabupaten Madiun, Diwarnai Penaklukan Mataram dan Daftar 27 Bupati

Pebriansyah Ariefana Senin, 29 November 2021 | 10:38 WIB

Sejarah Kabupaten Madiun, Diwarnai Penaklukan Mataram dan Daftar 27 Bupati
Patung di Jalan Tol Madiun (Dok Humas)

Sejarah Kabupaten Madiun diwarnai pemindahan pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun).

SuaraJatim.id - Pada 16 November lalu menjadi momen yang bersejarah bagi Kabupaten Madiun. Pada tanggal itu, tepatnya Jumat Legi tanggal 16 November 1590, Kabupaten Purabaya atau Purbaya berganti nama menjadi Madiun. Bagaimana kisahnya? Berikut sejarah Kabupaten madiun.

Dikutip dari Pemkab Madiun, perubahan tersebut terjadi setelah Mataram menguasai Purbaya. Kala itu pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja. Melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Djumilah dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered (Jogjakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purbaya pada hari itu. Di balik penaklukan tersebut, ada rentetan sejarah lain yang turut membentuk kabupaten dengan luas 1.137 kilometer persegi ini.

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 / Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be – Jawa Islam. Berawal pada masa Kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo.

Sejarah Kabupaten Madiun diwarnai pemindahan pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun). Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati. Pangeran Timoer dilantik menjadi Bupati di Purabaya tanggal 18 Juli 1568 berpusat di desa Sogaten. Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518–1568.

Baca Juga: Catat! ASN Madiun Dilarang Cuti Libur Saat Natal dan Tahun Baru Nanti

Untuk memperlancar roda pemerintahan, pada tahun 1575 Bupati Retno Dumilah membangun kantor baru. Ibukota lantas pindah dari Sogaten Mangunharjo ke Wonorejo Kuncen sampai tahun 1590. Pembangunan pendopo melibatkan juru ukir Jepara yang terpilih. Kayu jati dari Randhu Blatung Cepu. Marmer dibeli dari Tulungagung. Pendopo Kuncen menjadi kebanggaan warga Purabaya.

Pada tahun 1586, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rangga Jumena) kepada putrinya Raden Ayu Retno Dumilah. Bupati inilah selaku senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur.

Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya dengan Mataram menderita kekalahan berat. Pada tahun 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Djumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutawidjaja dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang di dekat istana Kabupaten Wonorejo (Madiun). Kemenangan Sutawidjaja membuat Purbaya berganti nama menjadi Madiun tanggal 16 November 1590.

Madiyun sendiri merupakan gabungan kata mandiri, adi, kayun. Nama itu memiliki cita-cita agar Madiun menjadi Kabupaten yang mandiri untuk mewujudkan adining kayun atau memperjuangkan cita-cita luhur. Demikian sejarah Kabupaten Madiun, daerah yang kini terkenal dengan wisata alam dan religinya itu.

Daftar Bupati Madiun

Baca Juga: Sedang Bersantai di Teras, Istri Calon Kepala Desa di Madiun Dibacok ODGJ

  1. Pangeran Timur atau Pangeran Ronggo Jumeno, tahun 1568 sampai 1586. Dilantik pada jaman kerajaan Pajang. Rajanya bernama Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijoyo.
  2. Raden Ayu Retno Dumilah tahun 1586 sampai 1590. Dilantik pada jaman peralihan kerajaan Pajang dan Mataram.
  3. Raden Mas Rangsang tahun 1590 sampai 1591. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kotagedhe. Rajanya bernama Panembahan Senopati.
  4. Raden Mas Sumekar tahun 1591 sampai 1595. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kotagedhe. Rajanya bernama Panembahan Senopati.
  5. Raden Mas Djulig Pringgoloyo tahun 1595 sampai 1601. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram kotagedhe. Rajanya bernama Panembahan Senopati.
  6. Raden Mas Bagus Djunina Pethak Mangkunagoro l, tahun 1601 sampai 1613. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kotagedhe. Rajanya bernama Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati.
  7. Raden Mas Kenitren Mertolojo Mangkunagoro ll, tahun 1613 sampai 1645. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Plered. Rajanya bernama Sultan Agung Hanyokro Kusumo.
  8. Pangeran Balitar Irodikromo Mangkunagoro lll, tahun 1645 sampai 1677. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Plered. Rajanya bernama Sinuwun Amangkurat Tegal Arum.
  9. Tumenggung Balitar Tumapel, tahun 1677 sampai 1703. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kartasura. Rajanya bernama Sinuwun Amangkurat Amral.
  10. Raden Adipati Puger, tahun 1703 sampai 1704. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kartasura. Rajanya bernama Sinuwun Amangkurat Mas.
  11. Pangeran haryo Balitar, tahun 1704 sampai 1709. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kartasura. Rajanya bernama Sinuwun Amangkurat Mas.
  12. Tumenggung Surowidjojo, tahun 1709 sampai 1725. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram Kartasura. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono l.
  13. Pangeran Mangkudipuro, tahun 1725 sampai 1755
  14. Pangeran Raden Riyo Prawiro Sentiko, tahun 1755 sampai 1784. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lll.
  15. Raden Mangundihardjo, tahun 1784 sampai 1797. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lV.
  16. Pangeran Raden Riyo Prawirodirdjo lll, tahun 1797 sampai 1810. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lV.
  17. Pangeran Dipokusumo, tahun 1810 sampai 1820. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lV.
  18. Pangeran Raden Riyo Prawirodiningrat, tahun 1820 sampai 1861. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono V.
  19. Raden Mas Tumenggung Haryo Notodiningrat, tahun 1861 sampai 1864. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono Vlll.
  20. Raden Mas Tumenggung Adipati Sosronagoro, tahun 1864 sampai 1879. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lX.
  21. Raden Mas Tumenggung Sosrodinginrat ll, tahun 1879 sampai 1885. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lX.
  22. Raden Adipati Haryo Brotodiningrat, tahun 1885 sampai 1900. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono lX.
  23. Raden Haryo Tumenggung Kusnodiningrat, tahun 1900 sampai 1929. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono X.
  24. Rade Mas Tumenggung Kusnen, tahun 1929 sampai 1937. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono X.
  25. Raden Mas Tumenggung Kusnendar, tahun 1937 sampai 1954. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya bernama Sinuwun Paku Buwono X.
  26. Raden Mas Haryo Tumenggung Brotodiningrat, tahun 1954 sampai 1956. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
  27. Raden Sampurno, tahun 1956 sampai 1962. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.
  28. Raden Kadiono BA, tahun 1965 sampai 1965. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.
  29. Mas Soewandi, tahun 1965 sampai 1967. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.
  30. Saleh Hasan, tahun 1967 sampai 1873. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.
  31. Slamet Hardjoutomo, tahun 1973 sampai 1978. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto.
  32. Djajadi, tahun 1978 sampai 1983. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto.
  33. Drs. Bambang Koesbandono, tahun 1983 sampai 1993. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto.
  34. Ir. H. Kadiono, tahun 1993 sampai 2003. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soeharto.
  35. KRH Djunaedi Mahendra SH M.Si, tahun 2003 sampai 2008. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Megawati.
  36. Muhtarom S.Sos, tahun 2008 sampai 2018
  37. Ahmad Dawami Ragil Saputra, menjabat sebagai Bupati Madiun sejak tahun 2018. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Joko Widodo. Masa jabatannya akan berakhir 24 September 2023.

Demikian sejarah Kabupaten Madiun.

Kontributor : Alan Aliarcham

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait