alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kabupaten Pamekasan dan Kisah Raja Ronggosukowati

Pebriansyah Ariefana Senin, 06 Desember 2021 | 12:06 WIB

Sejarah Kabupaten Pamekasan dan Kisah Raja Ronggosukowati
Kabupaten Pamekasan

Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah Utara, Selat Madura di Selatan, Kabupaten Sampang di Barat, dan Kabupaten Sumenep di Timur.

SuaraJatim.id - Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu dari empat kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah Utara, Selat Madura di Selatan, Kabupaten Sampang di Barat, dan Kabupaten Sumenep di Timur. Berikut sejarah Kabupaten Pamekasan.

Kabupaten yang memiliki luas wilayah 792,30 km persegi ini lahir dari proses sejarah yang cukup panjang.

Istilah Pamekasan dikenal pada sepertiga abad ke 16 saat Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras, akan tetapi memang belum cukup bukti baik melalui peninggalan maupun prasasti yang menjelaskan tentang asal usul ini.

Kemudian munculnya sejarah pemerintah lokas Pamekasan diperkirakan mulai abad ke 15. Ada pula yang menyebut Pamekasan diperkirakan muncul sebagai bagian dari pemerintahan Madura dan Sumenep yang telah berdiri sejak pengangkatan Arya Wiraraja pada tanggal 13 Oktober 1268 oleh Kertanegara. Namun lagi lagi tak banyak bukti sastra yang menceritakan tentang sejarah tersebut.

Baca Juga: Sebanyak 2.970 Rumah Rusak Diterjang Awan Panas Guguran Gunung Semeru

Pencerahan sejarah lokal Pamekasan akhirnya mulai terungkap sekitar paruh kedua abad ke 16 ketika pengaruh Mataram mulai memasuki Madura, yakni saat Ronggo Sukowati mulai mereformasi pemerintahan dan pembangunannya di wilayahnya. Raja Ronggosukowati disebut sebagai Raja pertama di Pamekasan yang secara terang terangan mengembangkan Agama Islam di kraton dan rakyatnya. Hal ini diperkuat dengan adanya pembuatan jalan sejimat yakni jalan jalan di alun alun Pamekasan dan mendirikan masjid Jamik Pamekasan.

Terkuaknya sejarah Pamekasan semakin menemukan titik terang setelah berhasilnya invasi Mataram ke Madura dan merintis pemerintahan lokal di bawah pengawasan Mataram.

Sejarah ini kemudian dikisahkan dalam beberapa karya tulis seperti Babad Mataram dan Sejarah Dalem.

Kabupaten Pamekasan kini terbagi menjadi 13 kecamatan, 178 Desa, dan 11 kelurahan.

Monumen Arek Lancor adalah sejarah yang tak bisa lepas dari Kabupaten Pamekasan karena merupakan kebanggaan dari masyarakat Pamekasan. Monumen ini adalah simbol perwujudan penghargaan dan penghormatan bagi semua pejuang yang berjuang membebaskan Pamekasan dari penjajah Belanda.

Baca Juga: Jupe Lega Persib Bisa Rebut Tiga Poin dari Madura United

Kabupaten ini juga memiliki kegiatan seni tahunan yakni event Karapan Sapi piala presiden dan rangkaian acara semalam dengan menampilkan kesenian khas Pamekasan. Sedangkan untuk senjata tradisional yang dimiliki Kabupaten ini adalah keris.

Yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Pamekasan selain sejarah dan keseniannya, juga terletak pada hasil karya seni berupa batik yang unik dan melegenda. Membatik adalah sebuah kegiatan produktif bagi sebagian besar wanita disibi selain bertani.

Pada tahun 2009 pengrajin batik Pamekasan berhasil meraih prestasi dengan masuk Rekor MURI atas keberhasilannya membuat kain batik tulis hingga mencapai 1.530 meter.

Kabupaten Pamekasan juga memiliki kesenian khas yakni Tari Topeng Gethak yang merupakan bagian dari seni pertunjukkan Ludruk Sandur di Wilayah Kabupaten Pamekasan.

Kemudian ada pula Tari Rondhing yang merupakan bentuk drama tari komedi tradisional yang menggambarkan tentang kegiatan baris berbaris pada jaman penjajahan.

Nah, jika menyangkut kuliner, Kabupaten Pamekasan juga memiliki makanan kuliner khas yang melegenda, yakni Sate Lalat adalah makanan khas Pamekasan. Disebut sate lalat karena sate ini yang meskipun berisi daging kambing atau ayam, namun potongannya kecil kecil.

Ada juga Nasi Jhejhen yaitu nasi yang dibungkus menggunakan daun pisang.

Kabupaten Pamekasan juga memiliki beberapa tempat wisata yang indah, unik dan menarik untuk dikunjungi antara lain Pantai Talang Siring, Pantai Jumiang, Pantai Batu Kerbuy, Api Tak Kunjung Padam, dan Vihara Alokitesvara.

Seperti diketahui Kabupaten Pamekasan dipimpin oleh Bupati dengan wakilnya yang terpilih.

Berikut daftar kepala daerah Kabupaten Pamekasan dari tahun 1530 hingga kini :

  1. Panembahan Ronggo Sukowati ( 1530 – 1616 )
  2. Pangeran Purboyo & Pangeran Jimat ( 1616 – 1624 )
  3. Pangeran Megatsari ( 1624 )
  4. R. Kanoman ( 1685 )
  5. R. Dhaksena ( 1685 – 1708 )
  6. R. Sasena ( 1708 )
  7. R. Asral ( 1708 – 1737 )
  8. R. Sujono ( 1737 – 1743 )
  9. R. Ismail ( 1743 – 1750 )
  10. R.T.A Adiningrat ( 1750 – 1752 )
  11. R. Alsari ( 1752 – 1800 )
  12. R. Alsana ( 1800 – 1804 )
  13. R. Palgunadi ( 1804 – 1842 )
  14. R. Banjir ( 1842 – 1854 )
  15. R. Ario Moh Hasan ( 1854 – 1891 )
  16. R. Ario Abdul Aziz ( 1891 – 1922 )
  17. R. Abdul Jabbar ( 1922 – 1934)
  18. R. Adipati Abdul Aziz ( 1934 – 1942 )
  19. R. Zainal Fattah ( 1942 – 1950 )
  20. R. Hairuddin Harjokusumo ( 1951 – 1959 )
  21. R. Moh. Hanafia ( 1959 – 1960 )
  22. R.I Abdul Rahem ( 1960 – 1968 )
  23. Letkol CPM R. Haliudin ( 1969 – 1974 )
  24. Letkol Moh. Tamyis ( 1974 – 1976 )
  25. Letkol Inf Moh. Toha ( 1976 – 1982 )
  26. H.Hadiatullah ( 1983 – 1988 )
  27. Drs. H. Subagio ( 1993 – 1998 )
  28. Drs. H. Dwiatmo Hadiyanto M.Si. ( 1998 – 2003 )
  29. Drs. H. Achmad Syafii Yasin M.Si. ( 2003 – 2008 )
  30. Drs. KH. Kholilurrahman SH.,M.Si. ( 2008 – 2013 )
  31. Drs. H. Achmad Syafii Yasin M.Si. ( 2017 – 2018 )
  32. Drs. H. Kholil Asy’ari ( 2017 – 2018 )
  33. Moh. Alwi ( pelaksana harian ) ( 2018 )
  34. Fattah Jasin (Penjabat) ( 2018 )
  35. H. Baddrut Tamam S.Psi ( 2018 – 2023 )

Demikian sejarah Kabupaten Pamekasan.

Kontributor : Jeffri Jeff

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait