Duhh! ISPA dan Gatal Mulai Serang Anak-anak Pengungsi Korban Letusan Gunung Semeru

ISPA dan Gatal perlu diantisipasi dalam penanganan pengungsi korban Letusan Gunung Semeru. Nyatanya, dua persoalan kesehatan itu sudah dialami para pengungsi.

Muhammad Taufiq
Rabu, 08 Desember 2021 | 15:11 WIB
Duhh! ISPA dan Gatal Mulai Serang Anak-anak Pengungsi Korban Letusan Gunung Semeru
Presiden Jokowi saat temui pengungsi korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (Foto BPMI Sekretariat Presiden).

SuaraJatim.id - ISPA dan Gatal perlu diantisipasi dalam penanganan pengungsi korban Letusan Gunung Semeru. Nyatanya, dua persoalan kesehatan itu sudah dialami para pengungsi, terutama anak-anak.

Hal ini seperti dilaporkan pos kesehatan Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) di Balai Desa Sumberwuluh dan pos kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso di depan posko pengungsian Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Seperti dijelaskan Dokter jaga di POS Kesehatan Baznas Nur Aini, di hari pertama setelah erupsi, anak-anak mulai banyang yang muntah dan kembung serta demam ringan.

"Hari pertama (setelah erupsi), anak-anak banyak yang mengalami dispersia atau gangguan pada lambung, seperti kembung, mulai muntah, demam ringan," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (7/12/2021).

Baca Juga:Eskalasi Bencana Meluas, Material Lahar Semeru Buntu DAS Sebabkan Banjir di Sumberwuluh

Hari kedua, anak-anak mulai terkena ISPA. "Mungkin karena berada di ruang terbuka, ada debu seperti itu, penggunaan masker juga tidak mau," kata Aini menambahkan.

Padahal abu vulkanik sangat berbahaya bagi pernapasan karena sangat halus. "Ketika orang menggunakan masker kan ada milimeter saringannya, jadi masih masuk, karena warga memakai masker cuma satu. Bahkan ada yang tidak menggunakan masker," kata Aini.

ISPA bukan satu-satunya persoalan. Buruknya sanitasi air juga membuat banyak anak yang mulai mengalami sakit perut, diare, dan gatal-gatal.

Brigadir Polisi Kepala Pices Sudian dari tim medis RS Bhayangkara Bondowoso membenarkan jika pengungsi mulai mengalami gangguan kesehatan.

"Mulai dari pagi sampai siang, kurang lebih ada 20 orang yang datang ke tempat kami dengan berbagai keluhan gangguan kesehatan, di antaranya sesak, batuk pilek, iritasi, dan luka bakar," katanya.

Baca Juga:Muncul Awan Panas, Pencarian Korban Letusan Semeru di Curah Kobokan Disetop Sementara

Tim medis melakukan tindakan pengobatan ringan. "Mulai dari pengangkatan sel kulit yang mati karena luka bakar, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian vitamin," kata Aini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini