facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cegah Omicron, Camat dan Lurah di Surabaya Diminta Aktifkan Lagi Kampung Tangguh

Muhammad Taufiq Jum'at, 17 Desember 2021 | 18:27 WIB

Cegah Omicron, Camat dan Lurah di Surabaya Diminta Aktifkan Lagi Kampung Tangguh
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron, lurah camat dan lurah di Kota Surabaya diminta kembali mengaktifkan kampung tangguh "Wani Jogo Suroboyo".

SuaraJatim.id - Untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron, lurah camat dan lurah di Kota Surabaya diminta kembali mengaktifkan kampung tangguh "Wani Jogo Suroboyo".

Seperti disampaikan Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto, Jumat (17/12/2021). Ia mengatakan, sejak varian Omicron ditemukan di Indonesia, Pemkot Surabaya segera bergerak cepat.

"Pak wali kota (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi) meminta camat dan lurah agar mengaktifkan kembali Satgas Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di wilayah masing-masing," katanya, seperti dikutip dari ANTARA.

Irvan mengatakan, Satgas Kampung Tangguh ini tetap diberdayakan untuk tetap waspada, kemudian mengantisipasi dan melaporkan warganya, terutama yang melakukan perjalanan dari luar kota dan juga luar negeri.

Baca Juga: Varian Omicron Masuk Indonesia, Begini Antisipasi Satgas Covid-19 Kulon Progo

"Jadi, kami lebih menggencarkan protokol kesehatan, dan itu dibantu oleh kapolrestabes, TNI, dan jajaran tiga pilar. Operasi protokol kesehatan dan swab massal tetap kami lakukan pada waktu-waktu tertentu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya itu.

Bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar kota maupun luar negeri, lanjut dia, juga akan diperhatikan. Bahkan, nantinya satgas kampung akan berperan untuk mengawasi dan mencatat warga yang telah melakukan perjalan dari luar kota maupun luar negeri itu.

"Jadi, bukan hanya perjalanan luar negeri saja yang dicatat dan diawasi, tapi pelaku perjalanan luar kota, satgas kampung wani bisa melakukan pencatatan dan pengamatan jika seandainya terjadi apa-apa kepada warga tersebut," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, Pemkot Surabaya juga tidak melarang masyarakat dalam beraktivitas, tapi harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Setiap kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan mengumpulkan orang banyak, diminta rekomendasi ke satgas. Supaya dipastikan pelaksanaannya itu betul-betul menjalankan protokol kesehatan," ujarnya.

Baca Juga: India Buat Alat Tes Covid-19 Pendeteksi Varian Omicron dalam 90 Menit

Selain itu, lanjut dia, Dinkes Surabaya juga diminta untuk melakukan case finding aktif sehingga testing secara masif akan terus dilakukan, baik di perkantoran swasta maupun pemerintah. Selama ini, testing di perkantoran itu sudah dilakukan dan akan terus digalakkan lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait