facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anak Gajah Koleksi KBS yang Diberi Nama Dumbo Oleh Tri Rismaharini Mati Misterius

Muhammad Taufiq Jum'at, 17 Desember 2021 | 20:16 WIB

Anak Gajah Koleksi KBS yang Diberi Nama Dumbo Oleh Tri Rismaharini Mati Misterius
Dumbo anak gajah koleksi Kebun Binatan Surabaya [Foto: Dok]

Seekor anak gajah Sumatera koleksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati tanpa sebab jelas alias misterius.

SuaraJatim.id - Seekor anak gajah Sumatera koleksi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) mati tanpa sebab jelas alias misterius.

Anak gajah ini bernama Dumbo, nama pemberian Tri Rismaharini pada waktu itu. Saat ditanyakan hal itu, pihak KBS akhirnya membenarkan jika ada anak gajah umur 2,5 tahun itu mati tanpa sebab jelas.

"Iya mas, tepatnya kita tunggu hasil outopsi dan laboratorium. Nanti kita rillis," kata Dirut PDTS KBS Khoirul Anwar singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/12/2021).

Saat ditanya kapan anak gajah tersebut mati, Dirut KBS enggan menjelaskan karena hal itu akan dirilis dalam waktu dekat ini. Namun, informasi yang dihimpun, anak gajah tersebut mati sepekan lalu.

Baca Juga: Staf Satpol PP Surabaya Tertangkap Nyabu, Pernah 'Ndablek' Mangkir Tes Urine

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan, setelah mendapatkan informasi anak gajah mati, pihaknya langsung mendatangi KBS untuk mengkonfirmasi manajemen KBS terkait kematian anak gajah.

"Tadi disampaikan pihak manajemen KBS membenarkan hal itu. Soal kapan anak gajah itu mati, belum disampaikan manajemen. Tadi hanya menyampaikan mati dan sekarang masih dalam proses outopsi," katanya.

Sedangkan HRD KBS Rika Widiyasanti yang saat itu mendatangi Anas Karno juga membenarkan adanya anak gajah mati di KBS. Menurut dia, untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dan outopsi.

"Mohon bersabar, akan kami jelaskan saat rilis nanti. Soal kesalahan makanan tidak ada, dari sisi perawatan sudah baik. Secara prosedur, kami juga sudah laporkan ke pihak otoritas," katanya menegaskan.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Baca Juga: Cegah Omicron, Camat dan Lurah di Surabaya Diminta Aktifkan Lagi Kampung Tangguh

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait