facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bulan Ini Sudah 43 Warga Pamekasan Jatim Kena Demam Berdarah, Tiga Orang Meninggal

Muhammad Taufiq Jum'at, 21 Januari 2022 | 08:34 WIB

Bulan Ini Sudah 43 Warga Pamekasan Jatim Kena Demam Berdarah, Tiga Orang Meninggal
Ilustrasi Nyamuk Betina (pixabay)

Demam berdarah dengue (DBD) mewabah di sejumlah daerah Jawa Timur ( Jatim ). Salah satunya di Kabupaten Pamekasan Madura.

SuaraJatim.id - Demam berdarah dengue (DBD) mewabah di sejumlah daerah Jawa Timur ( Jatim ). Salah satunya di Kabupaten Pamekasan Madura.

Di daerah itu, tercatat 43 orang menderita demam berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti itu. Dari jumlah itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia.

Data itu diungkap oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat di awal 2022 ini. Data jumlah warga menderita DBD ini berdasarkan laporan dari 21 puskesmas yang tersebar pada 13 kecamatan per tanggal 19 Januari 2022.

"Total jumlah warga Pamekasan yang terserang DBD di awal tahun 2022 ini sebanyak 43 orang, dan di antaranya tiga orang meninggal dunia," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Hidayat, Jumat (21/01/2022).

Baca Juga: Terserang DBD, Tiga Warga Pamekasan Meninggal

Ketiga orang warga Pamekasan yang meninggal dunia akibat DBD itu, karena yang bersangkutan dirujuk ke pusat pelayanan kesehatan sudah dalam kondisi sangat parah.

"Kalau yang segera dirujuk, rata-rata bisa terselamatkan. Tapi yang lambat ini yang bisa menyebabkan kematian," katanya pula.

Hidayat menjelaskan, jenis penyakit ini memang termasuk penyakit musiman dan biasa terjadi saat musim hujan seperti sekarang ini.

Upaya untuk mencegah penyebaran jenis penyakit ini bisa dilakukan dengan cara "3M", yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, mengubur semua barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, dan menutup penampungan air.

"Dinkes Pamekasan saat ini juga terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk," katanya.

Baca Juga: Heboh Penemuan Granat di Pamekasan, Warga Sempat Membungkusnya dengan Plastik

Pengasapan Sarang Nyamuk (PSN) juga mulai dilakukan oleh petugas puskesmas di Pamekasan pada sejumlah titik yang dinilai rawan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait