Ibadallah,
Orang-orang musyrik pada masa jahiliyah juga mengagungkan bulan Rajab. Mereka mengistimewakannya dengan berpuasa di dalamnya. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Tentang puasa di bulan Rajab dan keistimewaannya, hadits-haditsnya lemah bahkan palsu.
Baca Juga: Berikut Bacaan Niat Puasa Rajab, Lengkap dengan Arti, Serta Ketentuan dan Keutamaannya
Tidak bersumber dari para ulama…” kemudian beliau melanjutkan “Terdapat riwayat shahih dari Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu bahwasanya beliau memukul tangan orang agar mereka meletakkan tangan-tangan mereka pada makanan di bulan Rajab (agar tidak berpuasa penuh). Ia berkata, ‘Jangan kalian serupakan bulan ini dengan Ramadhan’. Ia juga berkata, ‘Dulu bulan Rajab diagungkan orang-orang jahiliyah. Ketika Islam datang, kebiasaan itu ditinggalkan’.
Baca Juga:Teks Khutbah Jumat Isra Miraj, Menjadikan Hidup Kita Menjadi Tertib Menjalani Tahapan Kehidupan
Ibadallah,
Di bulan Rajab, sebagian orang melakukan amalan shalat tertentu. Dengan tata cara yang berbeda dengan shalat biasa.
Mereka namakan shalat itu dengan shalat ragha-ib. Mereka melaksanakannya pada awal malam Jumat. Antara Maghrib dan Isya.
Ini adalah amalan yang diada-adakan. Para ulama sepakat akan kebid’ahannya. Amalan ini tidak dikenal kecuali pada abad keempat hijriyah. Tidak ada sebelumnya bahkan tidak ada yang berbicara tentangnya sebelum itu.
Imam an-Nawawi rahimahullah pernah ditanya tentang shalat ragha-ib. Apakah Sunnah ataukah bid’ah. Beliau mengatakan, “Itu adalah amalan bid’ah yang perlu dikritisi.
Baca Juga:Kapan Bulan Rajab 2022? Ini Ketentuan dari PBNU Berdasarkan Pantauan Hilal di 22 Titik di Indonesia
Perlu disikapi dengan meninggalkannya, menjelaskan kekeliruannya, dan memperingatkan orang yang mengerjakannya.