facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Penjualan 1300 Baby Lobster Ilegal Digagalkan Kepolisian Jember, Rencananya Dikirim ke Banyuwangi

Muhammad Taufiq Rabu, 11 Mei 2022 | 17:13 WIB

Penjualan 1300 Baby Lobster Ilegal Digagalkan Kepolisian Jember, Rencananya Dikirim ke Banyuwangi
Ilustrasi seorang lelaki ditangkap petugas hukum (shutterstock)

Sebanyak 1300 baby lobster ilegal hendak dikirim ke Banyuwangi berhasil diamankan kepolisian Jember Jawa Timur ( Jatim ).

SuaraJatim.id - Sebanyak 1300 baby lobster ilegal hendak dikirim ke Banyuwangi berhasil diamankan kepolisian Jember Jawa Timur ( Jatim ).

Tim Kalong dari Polres Jember mengamankan ribuan lobster ilegal itu, Rabu (11/05/2022) dini hari tadi. Dua pelaku diamankan berinisial DF warga Kecamatan Puger.

Satu pelaku lainnya berinisial H yang merupakan broker atau penyuplai baby lobster ke DF berhasil melarikan diri dan dalam pengejaran petugas hingga saat ini.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, mengatakan kalau salah satunya berhasil ditangkap sementara satu lagi melarikan diri.

Baca Juga: Viral Wanita Banyuwangi Dilarikan ke UGD Gegara Kebanyakan Ngopi

"Satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut," katanya dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.

Menurut Kapolres, modus dari pelaku adalah membeli baby lobster tersebut dari oknum yang diketahui berinisial H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember, sedangkan DF sang pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan baby lobster tersebut.

"Jadi pelaku mendapatkan baby lobster dari H yang saat ini dalam perburuan kami, dimana setelah pelaku mendapatkan cukup baby lobster, pelaku akan menghubungi pembeli diatasnya untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas," kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, bahwa penjualan baby lobster yang dilakukan secara ilegal ini merupakan tindak pidana kejahatan karena dilakukan tanpa izin dan pelaku juga tidak memiliki SIUP, yang diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan.

"Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 Junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI nomor 45 Tahun 2009 tentang perikanan dan Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI nomor 19 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dimana ancaman untuk pelaku adalah maksimal 8 tahun," ujarnya.

Baca Juga: Warga Bali Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Maut di Pantai Papuma Jember

Sementara DF, dalam pengakuannya dihadapan media mengatakan, bahwa dirinya sudah melakukan aktivitas mengepul baby lobster ini selama 2 tahun, dimana 1 baby lobster jenis Pasir ia jual seharga Rp 6 ribu rupiah per ekornya dan untuk jenis baby lobster mutiara dijual seharga Rp 10 ribu rupiah per ekornya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait