facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Eropa Terancam Krisis Pangan, Rusia Bahas Ekspor Gandum Ukraina dengan Prancis dan Jerman

Muhammad Taufiq Minggu, 29 Mei 2022 | 10:24 WIB

Eropa Terancam Krisis Pangan, Rusia Bahas Ekspor Gandum Ukraina dengan Prancis dan Jerman
Ilustrasi gandum (Shutterstock)

Selain minyak, selama ini Rusia dan Ukraina ternyata merupakan pemasok sepertiga kebutuhan gandum sebagai bagan baku makanan di seluruh Eropa.

SuaraJatim.id - Selain minyak, selama ini Rusia dan Ukraina ternyata merupakan pemasok sepertiga kebutuhan gandum sebagai bagan baku makanan di seluruh Eropa.

Oleh sebab itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada para pemimpin Prancis dan Jerman melalui panggilan telepon, bahwa Moskow bersedia membahas cara-cara untuk memungkinkan Ukraina melanjutkan pengiriman gandum dari pelabuhan Laut Hitam.

Selain pemasok gandum bagi negara-negara Eropa, Rusia juga merupakan pengekspor pupuk global utama dan Ukraina adalah pengekspor utama minyak jagung dan bunga matahari.

“Rusia siap membantu menemukan opsi untuk ekspor gandum tanpa hambatan, termasuk ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan Laut Hitam,” kata Kremlin.

Baca Juga: Vladimir Putin Bahas Ekspor Gandun dari Ukraina, Ada Syaratnya

Putin juga memberi tahu Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz bahwa Rusia siap untuk meningkatkan ekspor pupuk dan produk pertaniannya jika sanksi terhadap Moskow dicabut.

Itu adalah permintaan yang sama yang dia ajukan dalam percakapan dengan para pemimpin Italia dan Austria dalam beberapa hari terakhir.

Ukraina dan negara-negara Barat menuding Rusia sengaja menciptakan krisis pangan sebagai senjata dalam invasinya ke Kiev, dan telah membuat harga gandum, minyak goreng, bahan bakar, dan pupuk melonjak.

Di lain pihak, Rusia beralasan situasi tersebut dipicu oleh sanksi Barat terhadap Moskow. Kremlin mengatakan Putin juga mengatakan Rusia bersedia melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina.

"Perhatian khusus diberikan pada status negosiasi yang dibekukan karena Kiev. Presiden Vladimir Putin mengonfirmasi keterbukaan pihak Rusia untuk melanjutkan dialog," kata Kremlin. ANTARA

Baca Juga: Rudal Harpoon dan Meriam Howitzer Tiba di Ukraina, Disuplai Denmark dan AS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait