SuaraJatim.id - Buntut dari pernyataan seorang politikus perempuan, India kini segera memperketat keamanan negara. Umat Islam dan Hindu di negeri itu berpotensi dibenturkan.
Muasalnya pernyataan seorang politisi Partai Nasionalis Hindu yang menghina Nabi Muhammad SAW, tokoh yang dimuliakan oleh umat Islam. Kini India memperketat keamanan publik setelah beredarnya surat peringatan serangan gerilyawan Islam.
Surat peringatan ini disebut-sebut beredar untuk membalas pernyataan yang menghina Nabi Muhammad. Surat peringatan ini juga disampaikan oleh seorang pejabat partai nasionalis Hindu.
Beberapa kelompok media India membagikan surat yang dikaitkan dengan cabang Al Qaeda di anak benua India (AQIS), yang berisi ancaman bom bunuh diri di negara-negara bagian India untuk membela kehormatan Nabi.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri India mengatakan badan-badan intelijen sedang memeriksa keaslian ancaman yang dikeluarkan oleh AQIS tersebut.
"Kami juga telah memerintahkan polisi negara bagian untuk memastikan pertemuan publik atau unjuk rasa tidak diperbolehkan karena dapat menjadi sasaran kelompok militan," kata seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri di New Delhi, Rabu.
Ancaman keamanan muncul beberapa hari setelah juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berkomentar tentang Nabi Muhammad dalam debat di televisi.
Pernyataan juru bicara BJP Nupur Sharma memicu kegemparan di antara Muslim di India dan memicu protes diplomatik dari negara-negara Islam yang menuntut permintaan maaf dari pemerintah India.
Sharma telah diskors dari partai, sementara juru bicara lain yaitu Naveen Kumar Jindal dikeluarkan karena komentarnya tentang Islam di media sosial.
Polisi di India utara menangkap seorang pemimpin pemuda BJP karena mengunggah komentar anti Muslim di media sosial, bersama dengan 50 orang lainnya yang ambil bagian dalam kerusuhan sporadis di kalangan minoritas Muslim di beberapa bagian India pekan lalu atas pernyataan Sharma.
- 1
- 2