Terdampak PMK, Pasuruan Alami Penurunan Produksi Susu Sapi Perah

Produksi sapi perah yang menurun drastis membuat pasokan susu ke sejumlah koperasi ikut anjlok.

Eleonora PEW
Rabu, 15 Juni 2022 | 14:05 WIB
Terdampak PMK, Pasuruan Alami Penurunan Produksi Susu Sapi Perah
[ILUSTRASI] Dokter hewan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang memeriksa kesehatan ternak sapi saat pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Pasar Hewan Pon Ambarawa, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/5/2022). Pemeriksaan kesehatan hewan ternak sebelum diperjualbelikan itu guna mencegah penyebaran PMK pada hewan ternak menyusul temuan 15 kasus PMK di Kabupaten Boyolali yang wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Semarang. [ANTARA FOTO/ Aji Styawan/rwa]

SuaraJatim.id - Warga Kabupaten Pasuruan makin dibuat resah dengan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Wabah ini turut memengaruhi produksi susu sapi.

Produksi sapi perah yang menurun drastis membuat pasokan susu ke sejumlah koperasi ikut anjlok. Manajer Koperasi Susu Kelompok Tani Karya Amanah, Gaung Andaka Ranggi Purbangkara, menjelaskan bahwa pasokan susu sapi dari peternak turun sampai 50 persen.

“Penurunan produksi susu sapi ini mulai terasa semenjak 3 minggu belakangan. Harganya tidak ikut turun, tapi pasokannya biasanya dapat 7000 liter susu per hari, sekarang cuma 3500 liter,” ujar Gaung pada Rabu (15/06/2022), dikutip dari BeritaJatim--jaringan Suara.com.

Koperasi Susu Kelompok Tani Karya Amanah sendiri memilik anggota sebanyak 370 peternak. Ratusan peternak ini memelihara sekitar 3000 sapi perah yang tersebar di wilayah Kecamatan Lekok, Grati, dan Nguling.

Baca Juga:12 Sapi di Batanghari Disembelih Paksa karena Mengidap Penyakit Mulut dan Kuku, Namun Masih Layak Dikonsumsi

Gaung mencatat sudah ada sekitar 80 persen sapi perah yang sakit dengan gejala PMK. Mulanya sapi memiliki gejala seperti mulut berlendir dan kuku banyak yang terlepas.

“Ada sekitar 80 persen sapi terkena PMK. Gejalanya mulutnya sakit berlendir seperti sariawan, kukunya kayak keropos terus lama-lama lepas,” imbuhnya.

Gaung menambahkan, tidak hanya produksi susu yang anjlok, tetapi kualitasnya juga ikut menurun. Hal itu disebabkan karena sapi-sapi yang sakit tidak mau makan.

“Kualitas susu itu tergantung makanannya. Kalau makannya sedikit ya otomatis turun. Susunya juga ndak bisa keluar, ” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Kelompok Tani Karya Amanah, Udik Djanuantoro, berharap agar Pemerintah Kabupaten Pasuruan bisa lebih cepat melakukan penanganan. Dia khawatir jika kondisi PMK tidak segera ditangani maka para peternak bisa kehilangan mata pencahariannya.

Baca Juga:Mantri Hewan Kewalahan Tangani PMK di Ponorogo, Masyarakat Diimbau Beri Ternak Jamu untuk Kekebalan Tubuh

“Peternak sapi perah ini setornya harian. Kalau pendapatan hariannya hilang, mereka mau kerja apa. Masa recovery sapi untuk bisa keluar susu lagi juga lama,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini