Penjual Rawon Daging Jombang Pun Terpukul Akibat Wabah PMK

Sudah beberapa pekan ini dagangan Agus Rudiono sepi pembeli. Ia menduga-duga penyebabnya gara-gara wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di daerahnya.

Muhammad Taufiq
Selasa, 21 Juni 2022 | 19:55 WIB
Penjual Rawon Daging Jombang Pun Terpukul Akibat Wabah PMK
Rawon Rosobo Jombang sepi gara-gara PMK [Foto: Beritajatim]

Sebenarnya, lanjut Agus, pihaknya menyiasasti menggunakan daging impor, meski harganya lebih mahal. Selain itu, juga memilih daging lokal yang berkualitas bagus.

“Daging impor Rp 89 ribu, sedangkan daging lokal Rp82 ribu per kilogram. Ini untuk menambah kepercayaan pelanggan. Kami selalu memilih daging lokasi dengan kualitas super,” kata Agus ketika ditemui di rumah makan yang berada di Timur Taman Mojoagung ini.

Salah satu pembeli yang sedang berada di depot itu adalah Syamsul. Dia menikmati sepiring nasi rawon yang ada di depannya. Nasi tersebut tandas tak tersisa. Syamsul mengaku sudah lima kali mampir ke Depot Rosobo. Dia cocok olahan tersebut.

“Saya cocok dengan masakan di depot ini. Bumbunya terasa, dagingnya tebal. Makanya sudah lima kali makan di sini. Saya pikir aman-aman saja, karena daging sapi yang ada di depot ini diolah dengan benar,” katanya menegaskan.

Baca Juga:Cegah Wabah PMK, Lima Pasar Hewan di Boyolali Masih Ditutup

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini