facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Buat Para Calon Haji, Diimbau Tak Gunakan Jasa Joki Saat Berada di Tanah Suci

Muhammad Taufiq Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:19 WIB

Buat Para Calon Haji, Diimbau Tak Gunakan Jasa Joki Saat Berada di Tanah Suci
Jamaah Haji. (Suara.com)

Joki layanan ibadah banyak ditemukan di tanah suci mekkah. Mulai dari joki mendorong kursi roda, sampai joki mencium hajar aswad.

SuaraJatim.id - Joki layanan ibadah banyak ditemukan di tanah suci mekkah. Mulai dari joki mendorong kursi roda, sampai joki mencium hajar aswad.

Meskipun begitu, bagi para calon jamaah haji (CJH) asal Indonesia diminta agar tidak menggunakan jasa joki tidak resmi ketika sampai di tanah suci.

Hal ini disampaikan Plt. Inspektur Jenderal Kemenag Nizar Ali usai Rapat Koordinasi Pengawas Haji Itjen dengan Kepala Daerah Kerja Makkah, Kepala Seksi, Kepala Sektor serta Staf Khusus Menteri Agama untuk mengevaluasi sementara penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022, Kamis (23/6/2022).

Mereka mengimbau para ketua rombongan CJH Indonesia supaya memberi tahu para anggotanya agar menghindari pengunaan jasa kursi roda tidak resmi.

Baca Juga: Sebanyak 447 Orang Calon Jemaah Haji Sakit di Tanah Suci, 10 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Hal itu merupakan salah satu atensi yang dilakukan Pengawas Haji Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. Mereka meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1443H/2022M untuk memberikan layanan jemaah sehingga mereka dapat beribadah lebih nyaman.

“Ada beberapa peristiwa yang perlu mendapat atensi dari PPIH, pertama masalah joki pendorongan kursi roda karena aturan di masjidil haram tidak boleh ada orang yang di luar petugas khusus pendorong kursi roda,” katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Nizar meminta agar dilakukan mitigasi agar jemaah tidak menggunakan jasa pendorong kursi roda tidak resmi tersebut. Menurutnya, agar semua informasi ini disampaikan kepada ketua rombongan setiap kloter saat mendarat di bandara menuju bus.

“Ketua rombongannya supaya diberi tahu agar anggota jemaahnya menghindari pengunaan jasa kursi roda tidak resmi," ujarnya menambahkan.

"Berkoordinasi dengan sektor khusus yang ada di Masjidil Haram untuk melanjutkan kepada para petugas yang ada di situ, mengkomunikasikan dan kemudian negosiasi harga jasa pendorong kursi roda agar bisa lebih murah,” kata Nizar seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Baca Juga: Muhammad Said, Guru Honorer Asal Bengkalis Menabung 21 Tahun Lebih untuk Berhaji

Selanjutnya, lanjut Nizar, penataan jalur (reroute) bus shalawat di Kawasan Mahbaz Jin agar jemaah tidak perlu menyeberang jalan untuk naik bus shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, pun sebaliknya saat kembali ke hotel.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait