facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

PN Surabaya Memvonis Hukuman Mati Kurir Narkoba Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 07 Juli 2022 | 22:55 WIB

PN Surabaya Memvonis Hukuman Mati Kurir Narkoba Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana
Ilustrasi PN Surabaya vonis hukuman mati untuk kurir narkoba. (Pixabay)

Kedua terdakwa bersalah dan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

SuaraJatim.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Martin Ginting memvonis hukuman mati kepada terdakwa pengedar narkoba jenis sabu, Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana.

Dalam amar putusan yang dibacakan hakim anggota I Gusti Ngurah Putra Atmaja, menyatakan terdakwa Dwi Vibbi dan Ikhsan Fatriana yang menjadi kurir Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 43 dan 17 kilogram, bersalah dan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara hal yang memberatkan hukuman, yakni kedua terdakwa merupakan kurir yang statusnya sama dengan bandar narkoba. Karena tanpa kurir, narkotika tidak akan beredar.

Selain itu, kedua terdakwa juga sudah mengedarkan 17 kilogram sabu dan barang bukti kedua terdakwa terlalu banyak yakni 60 kilogram sabu.

Baca Juga: Kembali Gerebek Kampung Boncos, Polisi Temukan CCTV Tersembunyi

“Perbuatan kedua terdakwa juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan narkotika,” ujar hakim Ginting mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Kamis (7/7/2022).

“Menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Dwi Vibbi dan Ikhsan Fatriana,” lanjut hakim yang akrab disapa Ginting di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (7/7/2022).

Putusan tersebut senada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Febrian yang sebelumnya juga menuntut kedua terdakwa dengan hukuman mati.

Atas putusan ini kedua terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum Orbit langsung menyatakan banding.

“Kami banding, Yang Mulia,”kata Adi Christianto.

Baca Juga: Pengguna Narkoba Membludak di Lapas Sulawesi Tenggara

Kasus ini berawal pada Selasa 14 Desember 2021 DPO Joko menghubungi terdakwa Dwi Vibbi lewat pesan singkat guna diberitahu bahwa besok ada pekerjaan pengiriman narkotika jenis Sabu dan terdakwa Dwi Vibbi diberi uang saku Rp 1,8 juta disuruh berangkat ke Bandung menginap di Hotel dekat Stasiun Bandung Kota untuk menemui seseorang laki-laki yang menemaninya ke Pekanbaru.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait