facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional, Realisasi Belanjanya Nomor Tiga

Muhammad Taufiq Selasa, 02 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim Tertinggi Nasional, Realisasi Belanjanya Nomor Tiga
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per (30/07/2022) pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri [Foto: Dok]

Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim per Juli 2022 ini sebesar Rp 16,43 triliun, sedikit meleset dari target yang dipatok pemprov sebesar Rp 27,64 triliun atau 59,46 persen.

SuaraJatim.id - Realisasi Pendapatan Pemprov Jatim per Juli 2022 ini sebesar Rp 16,43 triliun, sedikit meleset dari target yang dipatok pemprov sebesar Rp 27,64 triliun atau 59,46 persen.

Data tersebut merupakan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per (30/07/2022) pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Meskipun begitu, capaian realisasi pendapatan tersebut merupakan yang tertinggi dibanding provinsi lain di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Adapun untuk realisasi belanja, berdasarkan LRA sebesar Rp 13,751 triliun atau sebesar 46,69 persen. Itu merupakan tertinggi ketiga se Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu.

"Bahkan per hari ini, Selasa (2/8/2022) pukul 17.45 berdasarkan data SieKeuda realisasi belanja Pemprov Jatim sudah mencapai 14,529 trilyun atau 48,98 persen" kata Khofifah, Selasa (02/08/2022).

Baca Juga: PW Ansor Jatim Pastikan Banser Tak Terlibat Perseteruan Pesulap Merah vs Gus Samsudin

Sebagai informasi, APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2022 mencapai 29,454 triliun. Sementara itu, untuk posisi khas pemerintah daerah, berdasarkan data Bank Jatim tercatat sebesar Rp 24,661 triliun.

"Dari jumlah tersebut, kas milik Pemprov Jatim sebesar Rp. 5,753 triliun, sedangkan sisanya Rp 18,908 Triliun merupakan kas milik 38 Kabupaten/Kota," katanya menambahkan.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, dari Kas Rp 5,753 triliun tersebut sebesar Rp 4 triliun merupakan sisa lebih anggaran tahun 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan Perubahan APBD 2022. Sedangkan sisanya Rp 1,5 triliun merupakan cashflow untuk membiayai kegiatan rutin sehari hari.

"Sebagai Wakil Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berkordinasi dan mendorong agar 38 Kabupaten/Kota segera melakukan percepatan realisasi belanja agar mampu menjadi stimulus perekomian masyarakat disaat ekonomi Jawa Timur mulai tumbuh," ujarnya.

Semoga kedepan Propinsi Jawa Timur yang kita cintai ini terus berkontribusi terbaik bagi kejayaan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. Selanjutnya kami juga menyampaikan terimakasih atas kerja sana,kerja keras dan kerja ihlas semua warga Jatim.

Baca Juga: Batu Secret Zoo: Kebun Binatang dengan Konsep Modern Superlengkap di Batu

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait