facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Usut Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Tiga Dokter Diperiksa

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Rabu, 03 Agustus 2022 | 17:58 WIB

Polisi Usut Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Tiga Dokter Diperiksa
RSUD Jombang, Jawa Timur. [Suara.com/Zen Arivin]

Total ada 10 orang diperiksa terkait bayi meninggal dugaan pemaksaan persalinan normal di RSUD Jombang.

SuaraJatim.id - Bayi meninggal saat proses persalinan normal di RSUD Jombang  memasuki babak baru. Polres Jombang turun tangan melakukan penyelidikan peristiwa yang menimpa Roudotul Jannah (29).

Proses pemeriksaan dan penyelidikan menindaklanjuti laporan yang dilayangkan Yopi Widianto (26) suami Roudotul, warga asal Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Laporan itu terkait dugaan malpraktik yang dilakukan tim tenaga medis dalam menangani persalinan Jannah hingga membuat bayinya meninggal, pada Kamis (28/7/2022) lalu.

"Iya sekarang kami melakukan pemeriksaan terhadap kejadian kemarin. Laporan polisi yang sudah dilaporkan oleh saudara Yopi terkait dugaan malapraktik yang terjadi di RSUD," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Rabu (3/8/2022).

Baca Juga: Viral Bayi Meninggal Karena Ibu Dipaksa Lahirkan Normal, Ini Penjelasan RSUD Jombang

Giadi mengungkapkan, ada sebanyak 7 orang yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Jombang. Diantaranya, sebanyak 3 orang dokter, 3 orang bidan yang bertugas menangani Jannah saat tiba di RSUD Jombang hingga prosesi melahirkan.

"Kemudian kita melakukan pemeriksaan di Puskesmas Sumobito itu 3 orang tenaga kerja kesehatan. Sehingga kita hari ini ada 10 saksi yang kita lakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Pemeriksaan ini, kata Giadi seputar kronologi serta tindakan-tindakan medis yang dilakukan dalam proses persalinan Jannah. Hal itu untuk mengetahui apakah dugaan adanya malpraktik yang dilakukan tim medis hingga persalinan itu gagal dan mengakibatkan bayi perempuan Jannah dan Yopi meninggal dunia.

"Pemeriksaannya terkait dengan prosedur kemudian dari korban, dari puskesmas juga rumah sakit. Kemudian juga apa yang telah dilakukan oleh dokter. Pertimbangan - pertimbangan apa yang dilakukan secara teori maupun yuridis sebagai dokter atau bidan," ucap Giadi.

Akan tetapi, Giadi mengaku belum bisa mengatakan lebih detail perihal hasil pemeriksaan tersebut. Sebab hingga sore ini, proses permintaan keterangan kepada para tenaga medis rumah sakit pelat merah itu masih berlangsung.

Baca Juga: 5 Fakta Viral RSUD Jombang Diduga Paksa Ibu Lahiran Normal, Bupati Jombang Buka Suara

"Sampai saat ini masih berlangsung melakukan pemeriksaan, belum selesai. Nanti Kalau selesai kita sampaikan. Semua tenaga kerja kesehatan yang kami lakukan pemeriksaan statusnya masih saksi dan tahapannya masih penyelidikan," tukas Giadi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait