facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mulyorejo Jember Mencekam, Polisi Kerahkan Puluhan Pasukannya Jaga Keamanan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:00 WIB

Mulyorejo Jember Mencekam, Polisi Kerahkan Puluhan Pasukannya Jaga Keamanan
Salah satu rumah yang hancur diserang massa di Desa Mulyorejo, Jember. [Beritajatim.com]

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Mulyorejo, Jember mendapatkan teror penyerangan oleh sekelompok orang.

SuaraJatim.id - Pasca penyerangan dan pembakaran rumah di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, kepolisian mengerahkan puluhan pasukannya menjaga lokasi kejadian.

“Kami menempatkan satu peleton Sabhara untuk berjaga. Satuan Reserse dan Kriminal juga sudah bergerak untuk menyelidiki dan menyidik peristiwa kemarin,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Hery Purnomo, mengutip Beritajatim.com, Jumat (5/8/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Mulyorejo mendapatkan teror penyerangan  oleh sekelompok orang. Serangan pertama pada 3 Juli 2022, kedua pada 30 Juli 2022, dan 3 Agustus 2022. Akibat serangan itu, empat rumah, tiga mobil, dan 20 sepeda motor ludes dibakar.

Terbaru, pada Kamis (4/8/2022) malam, serangan kembali terjadi. Padahal beberapa jam sebelumnya, Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman dan pimpinan TNI - Polri setempat mendatangi Desa Mulyorejo.

Baca Juga: Malam Mencekam, Warga Mulyorejo Jember Ketakutan Jadi Sasaran Amuk Massa Tak Dikenal Lagi

Wakil Bupati Jember, Gus Firjaun meminta para tokoh masyarakat setempat agar melakukan penjagaan keamanan swakarsa dengan melibatkan TNI-Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja.

“Kita berdoa bersama-sama semoga semua bisa segera teratasi,” katanya.

“Kami minta kepada masyarakat agar semuanya menahan diri, karena ini negara hukum. Semua harus patuh kepada hukum. Siapa yang melanggar, tentu ada sanksi hukum yang berlaku di Indonesia. Saya tekankan itu. Apalagi hukum agama yang dilanggar, artinya melakukan perbuatan zalim kepada orang lain bukan hanya hukum negara yang dilanggar, karena hukum negara dan agama relatif berjalan seiring,” kata Firjaun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait