Gandeng Tokoh Agama Cegah Terorisme, Boy Rafli: Teroris Itu Ada, Tapi Tidak Besar..

Teroris sudah pasti radikal, tapi radikal belum tentu teroris. Tak sedikit, ajaran agama, dibumbuhi dengan doktrin radikal.

Muhammad Taufiq
Minggu, 30 Oktober 2022 | 07:52 WIB
Gandeng Tokoh Agama Cegah Terorisme, Boy Rafli: Teroris Itu Ada, Tapi Tidak Besar..
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

Di sisi lain, menirut Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim Arif Rachman menambahkan, isu radikal kini merambat melalui media sosial (Sosmed). Di Indonesia, yang paling banyak digunakan adalah Whatsapp, instagram, TikTok dan Facebook.

"Kenapa kemudian orang-orang sekarang ini berebut menguasai media sosial? Karena memang faktanya sekarang ini dunia sudah berubah. Teknologi itu pertumbuhannya sangat cepat sekali. Jadi sebenarnya yang radikal ini perkembangan teknologi," ucapnya.

Pengguna sosmed pun ia menilai sangat tinggi. Ia menyontohkan menjelang Pilpres 2014 lalu, pengguna aktif Medsos di Indonesia baru 61 Juta. Sekarang ini, menurutnya sudah naik tiga kali lipat. Sekitar 191 juta pengguna aktif. "Bisa dibayangkan itu. Inilah perubahan," ucapnya.

Sebagian besar masyarakat, mengonsumsi berita hanya dari sosmed. Pun tidak ada aturan hukum yang mampu mengatur medsos. "Padahal kita tahu dengan pengguna sebesar itu tentu dampaknya sangat luar biasa," ucapnya.

Baca Juga:Guru SDN di Sumenep Ditangkap Densus 88, Diduga Terlibat Jaringan Terorisme

Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini