Sebelum para korban menjadi pramusaji di Gempol 9, mereka hendak dijual di wilayah Tretes tapi bersikeras tidak mau. Sehingga korban dibawa ke Gempol 9 yang merupakan tempat caffe remang-remang.
"Jadi dikatakan, mereka itu saat direkrut ditampung di salah satu vila di Tretes, Kecamatan Prigen, terlebih dahulu. Untuk yang memberontak tidak mau dijual, mereka dikirim menjadi pramusaji di cafe WP GON ini," tutupnya.
Dijual Rp 500 sampai 800 ribu
Lima orang pelaku diamankan Polda Jatim dalam peristiwa penggerebekan itu. Dari sana terungkap 19 wanita dijadikan PSK lalu dijual di kawasan Tretes.
Baca Juga:BBM Naik, Buruh Pasuruan Ramai-ramai Minta Naik Gaji 13 Persen
Lima tersangka tersebut adalah DG (29) pemilik warkop dan mucikari, RS (30) pemiliki wisma dan mucikari, AD (42) penjaga ruko, CE (26) kasir warkop, AS (31) kasir wisma.
Kasubdit IV Renakta (Remaja Anak dan Wanita) Polda Jatim AKBP Hendra Eko Yulia pada awak media mengatakan kasus tersebut diungkap pada Senin (14/11/2022) awal pekan ini. Hasilnya, ditemui di antara para korban ada yang masih di bawah umur.
"Petugas mendatangi sebuah ruko di Gempol yang juga digunakan sebagai warkop, dan mendapati delapan perempuan dan tiga di antaranya anak di bawah umur. Serta satu orang penjaga ruko," kata Hendra.
Hendra menuturkan, selain dipekerjakan di warkop tersebut, para korban dieksploitasi oleh pelaku sebagai PSK dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu.
Korban sehari-harinya dilarang keluar ruko dan HP-nya disita. "Korban hanya boleh keluar untuk melayani tamu," imbuh Hendra.
Baca Juga:Geser Motor Orang, Office Boy di Pasuruan Digebuki Warga Dituduh Mau Maling
Tidak berhenti di situ, kepolisian pun akhirnya melakukan pengembangan kasus dan menemukan lokasi diduga sebagai wisma di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.