Antisipasi Gerakan China, Militer AS Bakal Aktifkan Lagi Pangkalan Teluk Subic Filipina

Pangkalan militer Amerika Serikat di Teluk Subic Filipina sudah 30 tahun lebih ditinggalkan militer negeri Paman Sam itu. Namun mereka berencana kembali ke sana.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 25 November 2022 | 20:15 WIB
Antisipasi Gerakan China, Militer AS Bakal Aktifkan Lagi Pangkalan Teluk Subic Filipina
Kapal induk USS George H.W. Bush. (Sumber: Wikipedia)

Dia menambahkan bahwa sebagian besar penduduk Olongapo bersifat "pro-Amerika" mengingat mereka telah hidup berdampingan dengan tentara AS dalam waktu yang sangat lama.

Pada 9 November lalu, Duta Besar AS untuk Filipina Mary Kay Carlson mengunjungi Teluk Subic dan galangan kapal yang diakuisisi oleh perusahaan swasta AS Cerberus Capital Management LP pada tahun ini. Angkatan Laut Filipina juga mulai menduduki sebagian galangan kapal sebagai pangkalan angkatan laut barunya.

Paulino yakin kunjungan Carlson memperkuat pentingnya Teluk Subic bagi Amerika Serikat. Seorang pejabat senior Filipina mengatakan dua perusahaan China ingin mengambil alih galangan kapal itu, tetapi Amerika Serikat telah turun tangan.

Filipina dan China memiliki klaim yang tumpang tindih di Laut China Selatan, yang merupakan jalur pelayaran yang vital dan kaya mineral yang dilalui perdagangan senilai 3 triliun dolar AS setiap tahunnya.

Baca Juga:Mawar AFI Benarkan Telah Dilamar oleh Kekasihnya yang Blasteran Filipina, Segera Menikah?

Seperti yang diperintahkan oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Manila pada Kamis menulis catatan verbal ke China untuk mencari "klarifikasi" tentang pertemuan 20 November antara Angkatan Laut Filipina dan Penjaga Pantai China di dekat pulau Thitu yang diduduki Filipina.

Thitu adalah sebuah wilayah perairan maritim yang diperebutkan. Pihak berwenang Filipina mengatakan penjaga pantai China "dengan paksa" mengambil puing-puing yang menyerupai roket China yang diluncurkan pada Oktober.

Sebuah perahu karet milik Penjaga Pantai China mendekati sebuah kapal angkatan laut Filipina yang menarik puing-puing ke pulau itu dan dua kali berusaha memblokir jalan kapal sebelum akhirnya awak kapal China memotong tali penarik puing dan mengambil objek yang diduga roket China.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini