KH Ali Manshur Terima Tanda Penghargaan: Ini Kisah di Balik Terciptanya Sholawat Badar

Ulama kharismatik asal Banyuwangi, KH Ali Manshur Shiddiq menerima anugerah kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Joko Widodo

Baehaqi Almutoif
Kamis, 15 Agustus 2024 | 13:00 WIB
KH Ali Manshur Terima Tanda Penghargaan: Ini Kisah di Balik Terciptanya Sholawat Badar
Pencipta Shalawat Badar, KH Ali Manshur Shiddiq. [NU Online/dok. keluarga]

Garis keturunan Kiai Ali pada Pangeran Sayyid M. Syihabuddin Digdoningrat atau Mbah Sambu Lasem bin Aayyid M. Hasyim bin Sayyid Abdurrahman Basyaiban (Sultan Mangkunegara III).

Masa kecilnya Kiai Ali dilalui di Tuban. Kemudian mempelajari ilmu agama di sejumlan pondok pesantren, seperti di Termas Pacitan, Lasem, Lirboyo, hingga ke Tebuireng Jombang.

Sejak kecil, Kiai Ali Manshur dikenal memang hobi bersyair. “Kiai Ali suka ilmu Arrudh (Ilmu Sya’ir), dan belajar ilmu ini di Lirboyo. Ia sering diajak diskusi pengasuh masalah Arrudh. Menurut Gus Dur, Kiai Ali juga pernah belajar di Tebuireng,” ujar putra kedua Kiai Ali, Kiai Syakir Ali dikutip dari laman IAIN Tuban.

Kiai Ali tercatat juga aktif di Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Laskar Hizbullah, Dewan Konstituante, NU, Departemen Agama RI dan Majelis Pimpinan Haji (MPH).

Baca Juga:Apa Itu Gempa Megatrhust? Sejarah dan Potensinya di Jawa Timur

Beliau wafat pada 1971 dan dimakamkan di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini