Terakhir menumbuhkan kelompok bersama yang dilandasi toleransi. Menghargai segala perbedaan yang ada antara satu sama lain.
Sementara Luluk mengatakan, masyarakat Jatim harus konsisten menerapkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Baginya, itu memberikan jalan terbaik dalam menyelesaikan problem kohesi sosial di Jatim. Dijelaskannya, 40 persen konflik terjadi di perkotaan.
Konflik itu juga diakibatkan karena ada ketimpangan ekonomi, ketidakharmonisan dan kemiskinan. Sehingga, menurut Luluk sangat penting kolaborasi antar lintas agama, lintas budaya dan berbagai komunitas. Bahkan, menurutnya harus ada program kolaborasi dan pendidikan inklusi yang berbasis pada komunitas dan lembaga pendidikan.
“Dialog komunitas harus terus dilakukan untuk menjaga keharmonisan di Jatim. Karena kita ini multiculture. Jangan sampai menimbulkan ketidakharmonisan di tengah masyarakat kita,” ucapnya.
Baca Juga:Luluk Soroti Akses Pendidikan di Jatim, Usul Pendidikan Gratis hingga Sarjana
Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia