Garda Terdepan yang Terlupakan, Waka DPRD Jatim Perjuangkan Nasib Perawat Desa

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni berkomitmen memperbaiki sektor kesehatan di provinsi dengan penduduk 40 juta jiwa lebih tersebut.

Budi Arista Romadhoni | Baehaqi Almutoif
Kamis, 06 November 2025 | 14:18 WIB
Garda Terdepan yang Terlupakan, Waka DPRD Jatim Perjuangkan Nasib Perawat Desa
Waka DPRD Jatim Sri Wahyuni [Humas DPRD Jatim]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni berkomitmen memperbaiki sektor kesehatan.
  • Dia mendorong untuk terlaksananya program Satu Desa Satu Perawat sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh Jawa Timur.
  • Sri Wahyuni menilai keberadaan perawat juga diharapkan mampu memberikan edukasi bagi masyarakat.

SuaraJatim.id - Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni berkomitmen memperbaiki sektor kesehatan di provinsi dengan penduduk 40 juta jiwa lebih tersebut.

Sri Wahyuni yang sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jatim merupakan seorang perawat mengaku paham betul mengenai dunia kesehatan.

Politikus Partai Demokrat itu kenyang sebagai seorang perawat. Sri Wahyuni telah 25 tahun mengabdi di bidang kesehatan sebelum melangkah ke parlemen. Dia menekuni profesi tersebutsejak 1999 sampai 2024.

Pengalaman panjang di dunia keperawatan itu coba dibawa ke parlemen untuk menyejahterakan rakyat. Dia menyebut masih banyak persoalan di sektor kesehatan. “Dunia keperawatan mengajarkan saya arti pelayanan dan empati. Dua hal itu yang ingin saya bawa dalam setiap kebijakan di DPRD,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga:Wisata Bisa Jadi Mesin Uang Baru untuk Daerah, DPRD Jatim Beri Tips Jitunya

Sri Wahyuni terus berupaya memperjuangkan kesejahteraan perawat yang dinilai masih minim.

Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan para perawat desa dan tenaga kesehatan honorer perlu. “Kalau guru mendapat perhatian, tenaga kesehatan pun harus. Mereka adalah garda terdepan pelayanan publik,” tegasnya.

Legislator asal Bojonegoro itu mendorong untuk terlaksananya program Satu Desa Satu Perawat sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan di seluruh Jawa Timur.

Program tersebut dinilai akan mampu menjawab kebutuhan akses kesehatan hingga ke pelosok desa di Jatim yang berjumlah 7.721.

Keberadaan perawat di desa diharapkan mampu menditeksi dini penyakit yang dialami masyarakat. Tentu ini akan mempercepat penanganan warga yang sakit.

Baca Juga:Antisipasi PHK, DPRD Jatim Usulkan Pelatihan Kerja Digital untuk Gen Z dan Milenial

Tidak hanya itu, keberadaan perawat juga diharapkan mampu memberikan edukasi bagi masyarakat. Mereka bisa menjadi konselor bagi mereka di desa.

Selain bidang kesehatan, Sri Wahyuni juga fokus pada program kesejahteraan masyarakat lainnya, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Program yang bagus harus dikawal agar tepat sasaran. Karena yang kita perjuangkan bukan sekadar angka, tapi kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak