Gubernur Jatim Larang Keras Warga Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2026, Ini Alasannya

Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya.

Riki Chandra
Jum'at, 26 Desember 2025 | 22:13 WIB
Gubernur Jatim Larang Keras Warga Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2026, Ini Alasannya
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  •  Khofifah imbau doa bersama ganti pesta kembang api.

  • Empati bencana jadi alasan utama larangan perayaan di Jawa Timur.

  • Cuaca ekstrem akhir tahun jadi perhatian pemerintah.

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayahnya.

Khofifah larang pesta kembang api saat pergantian tahun 2025 ke 2026 dan meminta agar perayaan tersebut diganti dengan doa bersama sebagai bentuk empati nasional. Imbauan ini disampaikan Khofifah di Surabaya, Jumat (26/12/2025).

Ia menilai momentum pergantian tahun seharusnya dimaknai dengan keprihatinan dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang dilanda musibah bencana alam.

“Pergantian tahun 2025 - 2026 sepatutnya kita maknai dengan keprihatinan dan doa bersama. Saudara-saudara kita di beberapa daerah sedang mengalami duka dan ujian berat akibat bencana. Sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah larang pesta kembang api sebagai wujud solidaritas atas bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Ia menyebut daerah terdampak seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara mengalami korban jiwa serta dampak sosial yang luas, sehingga memerlukan dukungan moral dari seluruh elemen bangsa.

Khofifah menjelaskan, doa bersama dinilai mampu menjadi simbol kebersamaan nasional sekaligus sarana memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan spiritualitas.

Menurutnya, refleksi dan doa di akhir tahun dapat menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa ke depan membutuhkan kekuatan kolektif dan kepedulian antarsesama.

Selain faktor empati, Gubernur Jatim itu juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di akhir tahun. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan di Jawa Timur diperkirakan terjadi pada Desember 2025 sebesar 20 persen, Januari 2026 mencapai 58 persen, dan Februari 2026 sebesar 22 persen. Kondisi ini dinilai berisiko jika tetap dilakukan perayaan dengan kembang api.

Khofifah berharap imbauan ini dapat direspons positif oleh seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Ia mengajak semua elemen untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan doa bersama sebagai alternatif perayaan tahun baru yang lebih bermakna.

“Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan doa, harapan, dan kepedulian. Semoga bangsa Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini