-
Talud Telaga Sarangan ambrol secara tiba-tiba saat wisatawan beraktivitas.
-
Tujuh sepeda motor tercebur ke danau akibat longsor.
-
Tidak ada korban jiwa, kerugian material capai puluhan juta.
SuaraJatim.id - Detik-detik sepeda motor tercebur ke dalam danau mengejutkan wisatawan yang tengah beraktivitas di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (17/12/2025) sekitar pukul 09.42 WIB. Sedikitnya, tujuh sepeda motor tercebur ke dalam danau.
Ambrolnya talud Telaga Sarangan berlangsung di sisi selatan telaga, tepatnya di Dusun Ngluweng, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan. Saat itu, sejumlah pengunjung berada di tepi jalan yang berada tepat di atas talud Telaga Sarangan.
Beberapa wisatawan terlihat duduk santai, berfoto, serta berbincang sambil menikmati panorama danau.
Menurut informasi di lapangan, peristiwa itu terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya. Tanah di lokasi tersebut tiba-tiba bergerak dan amblas ke arah Telaga Sarangan.
Beberapa orang yang berada di atas talud sempat terperosok dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, kondisi menjadi semakin berbahaya karena tanah kembali runtuh dalam waktu singkat.
Akibat peristiwa tersebut, sepeda motor milik pengunjung yang terparkir di pinggir jalan ikut terseret masuk ke Telaga Sarangan.
Data sementara mencatat tiga unit sepeda motor lebih dahulu jatuh ke danau, kemudian disusul empat unit lainnya saat tanah kembali bergerak. Total tujuh sepeda motor tercebur akibat Talud Telaga Sarangan Ambrol.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan, setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Pos Polisi Sarangan langsung menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan BPBD serta warga sekitar.
“Begitu menerima laporan, anggota kami segera menuju lokasi dan bersama BPBD melakukan evakuasi korban,” ujar AKP Agus Budi Witarno, dikutip dari BeritaJatim.
Korban yang terdampak langsung dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak kepolisian memastikan kondisi korban dalam keadaan sadar dan tidak mengalami luka berat.
“Tidak ada korban jiwa. Korban hanya mengalami syok dan sudah mendapat penanganan medis,” jelasnya.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan, amblasnya talud diduga dipicu oleh kondisi tanah yang tergerus air Telaga Sarangan. Titik longsor berada di sepanjang kurang lebih 70 meter talud di tepi jalan kawasan wisata tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 30 juta. Kerugian tersebut berasal dari kerusakan sepeda motor yang tercebur ke danau. Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan proses pencarian dan evakuasi kendaraan yang tenggelam.
Kapolsek Plaosan mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan rawan bencana, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem.