Melampaui Target! Realisasi Investasi Jatim 2025 Tembus Rp147,7 Triliun

Pertumbuhan Investasi Usaha Mikro dan Kecil Capai Rp2,6 Trilliun di 2025.

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Senin, 19 Januari 2026 | 11:56 WIB
Melampaui Target! Realisasi Investasi Jatim 2025 Tembus Rp147,7 Triliun
Realisasi Investasi Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025, Gubernur Khofifah: Bukti Kepercayaan Investor Terhadap Stabilitas Jatim. (Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Realisasi investasi di Jawa Timur sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian yang sangat positif dan melampaui target.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM RI, total realisasi investasi Jawa Timur tahun 2025 tembus mencapai Rp147,7 triliun. Nilai tersebut setara 100,1 persen dari target yang tercantum dalam Renstra 2025–2026 sebesar Rp147,5 triliun.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, capaian tersebut terdiri dari realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp101,8 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp43,3 triliun, serta realisasi investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp2,6 triliun.

“Angka ini merefleksikan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Jawa Timur, di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global,” ungkap Khofifah, Senen (19/1).

Baca Juga:Dorong Percepatan NZO 2060, Gubernur Khofifah Kukuhkan 51 Anggota Forum Industri Hijau Jatim

Secara khusus pada Triwulan IV Tahun 2025, realisasi investasi non- Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Jawa Timur tercatat mencapai Rp40,0 triliun. Yang artinya tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen secara quarter to quarter (q-to-q) dibanding Triwulan III 2025, serta meningkat 11,4 persen secara year on year (y-o-y) dibanding Triwulan IV 2024.

Tidak hanya itu, capaian tersebut sekaligus menempatkan Jawa Timur di peringkat ketiga nasional dengan kontribusi sebesar 8,1 persen terhadap realisasi investasi nasional.

“Di Triwulan IV 2025, realisasi PMDN masih mendominasi dengan nilai Rp29,2 triliun atau 73,0 persen dari total realisasi, sementara PMA tercatat sebesar Rp10,8 triliun,” tegasnya.

Menurutnya, dominasi PMDN menunjukkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha dalam negeri terhadap iklim investasi dan prospek ekonomi Jawa Timur.

“Capaian ini tidak lepas dari konsistensi kami dalam menjaga stabilitas daerah, kepastian hukum, serta penguatan infrastruktur penunjang investasi. Akses tol Trans Jawa, pengembangan pelabuhan yang efisien, serta keamanan dan kondusivitas wilayah menjadi faktor penting yang terus kami jaga,” ujar Khofifah.

Baca Juga:Pemprov Jatim Diapresiasi Mendagri, Gubernur Khofifah: Lapangan Kerja Terbuka, TPT Turun Signifikan

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga menyoroti pertumbuhan investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang mencapai Rp2,6 triliun sepanjang 2025. Meskipun secara nominal lebih kecil dibandingkan non-UMK, angka tersebut dinilai strategis karena mencerminkan keberhasilan program formalisasi usaha mikro melalui kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), khususnya melalui program SALEHA (Sadar Legalitas Berusaha).

“Ini menandakan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha kecil di Jawa Timur akan pentingnya legalitas usaha sebagai pintu masuk untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing,” tuturnya.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa tingginya realisasi investasi juga merupakan hasil sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota. Transformasi digital layanan perizinan melalui JOSS, JOSS GANDOS, serta penguatan helpdesk perizinan telah menghasilkan 52.888 perizinan sepanjang tahun 2025. Selain itu, promosi investasi terarah melalui POINT Jatim serta pengawalan langsung penyelesaian hambatan investasi melalui program KLIK (Klinik Investasi Keliling) terus diperkuat.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim juga mendorong investasi yang inklusif melalui kemitraan antara PMA/PMDN dengan UMKM lokal. “Kami ingin investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan angka statistik, tetapi benar-benar menghadirkan multiplier effect, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” katanya.

Menutup capaian tahun 2025, Gubernur Khofifah menyatakan optimisme menyongsong tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas investasi. Prioritas ke depan diarahkan pada investasi berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya, agar Jawa Timur semakin kokoh sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.***

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak