Baca 10 detik
-
Warga menyeberang sungai setiap hari demi sekolah dan bekerja.
-
Lima anak terpaksa digendong orang tua saat arus deras.
-
Desa akui belum mampu bangun jembatan permanen karena anggaran.
“Memang ada warga yang setiap hari harus menyeberangi sungai,” katanya.
Sarmin menambahkan, desa belum mampu menghadirkan jembatan permanen karena keterbatasan biaya. Upaya pembangunan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Kalau desa mau membuatkan jembatan, anggarannya tidak cukup,” pungkasnya.
Kini, persoalan tanpa jembatan Ponorogo masih terus dihadapi warga, sementara anak-anak tetap harus digendong agar bisa menuntut ilmu di seberang sungai.