- Gedung PPJT RSUD dr. Soetomo ditutup pascakebakaran akibat korsleting listrik di ruang farmasi pada Jumat, 15 Mei 2026.
- Seluruh pasien rawat inap berhasil dievakuasi ke zona aman, dengan satu pasien meninggal karena kegagalan fungsi organ.
- Manajemen rumah sakit sedang menyiapkan skema pemindahan layanan rawat jalan agar pengobatan rutin pasien tidak terputus sementara.
SuaraJatim.id - Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo sepanjang Sabtu (16/5/2026) mendadak sunyi. Tak ada hiruk-pikuk aktivitas medis, yang ada hanyalah garis polisi yang melintang di pintu masuk, menandakan penyelidikan besar masih berlangsung di balik dindingnya.
Hampir 24 jam setelah api berkobar pada Jumat (15/5/2026), manajemen rumah sakit milik Pemprov Jatim ini memastikan bahwa operasional gedung masih lumpuh total.
Prioritas utama rumah sakit saat ini adalah memastikan keselamatan mereka yang sempat berada di tengah kepungan asap.
Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, mengonfirmasi bahwa seluruh pasien rawat inap telah berhasil dievakuasi ke zona aman.
Baca Juga:Tragedi di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya: WNA India Nekat Gantung Diri 3 Hari Jelang Deportasi
"Semua pasien rawat inap telah terevakuasi ke area yang lebih kondusif. Hingga hari ini, gedung PPJT memang masih ditutup karena tim kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif di lokasi," ujar Niken dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tantangan berikutnya kini membentang di hari Senin. Manajemen RSUD dr. Soetomo tengah berkejaran dengan waktu untuk merancang skema pemindahan layanan rawat jalan.
Tujuannya agar jadwal pengobatan rutin para pasien jantung tidak terputus meski gedung utama mereka masih dalam pemulihan.
Tragedi Jumat pagi itu memang menyisakan duka. Dari 39 pasien yang dievakuasi, satu pasien di ruang ICU dilaporkan meninggal dunia, sementara satu lainnya dalam kondisi kritis. Isu mengenai paparan asap sebagai penyebab kematian pun sempat berembus liar.
Namun, Direktur RSUD dr Soetomo, dr Cita Rosita Sigit, segera meluruskan spekulasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pasien yang meninggal dunia memang sudah dalam kondisi sangat berat jauh sebelum api muncul.
Baca Juga:Damkar Beber Penyebab Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya
"Kondisi pasien tersebut sudah tersupport oleh alat bantu di tiga organ vital, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Kegagalan fungsi organ inilah yang menjadi penyebab utama, bukan karena paparan asap kebakaran," jelas dr. Cita.
Titik api pertama kali terdeteksi di ruang farmasi lantai lima gedung PPJT. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, musibah ini diduga kuat bermula dari gangguan teknis, korsleting listrik pada sebuah lemari es yang menyimpan stok obat-obatan di ruang tersebut.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan gedung khusus layanan jantung ini akan kembali dibuka untuk publik.