- Jawa Timur menopang lebih dari 14 juta pelanggan Indosat dan mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 9,6 persen pada semester I 2026.
- Indosat membukukan pendapatan nasional sebesar Rp30,7 triliun serta laba bersih dinormalisasi Rp3,2 triliun pada paruh pertama tahun 2026.
- Perusahaan memperkuat ekosistem digital nasional melalui transformasi kecerdasan buatan, ekspansi jaringan, serta kolaborasi pengembangan sumber daya manusia.
SuaraJatim.id - Jawa Timur kembali menjadi salah satu motor pertumbuhan PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) pada semester I 2026. Wilayah ini sukses menopang lebih dari 14 juta pelanggan, menjadikannya sebagai basis pengguna Indosat terbesar kedua di Indonesia, sekaligus mencatatkan pertumbuhan trafik data sebesar 9,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Peningkatan aktivitas digital masyarakat tersebut tidak lepas dari ekspansi jaringan yang menyasar kawasan pedesaan. Melalui program "Desa Terkoneksi", Indosat turun langsung ke 230 desa di Jawa Timur dengan dukungan hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G.
Program ini tidak hanya memperluas akses internet, tetapi juga mendorong edukasi digital dan pemberdayaan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan produktivitas masyarakat di wilayah rural.
Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi perusahaan dalam menghadirkan konektivitas yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga:Cara Ampuh Atasi Telepon dan SMS Modus Penipuan, Kenali Fitur SATSPAM IM3!
"Sejalan dengan misi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat melalui konektivitas, Indosat Region Jawa Timur mencatatkan peningkatan pemanfaatan layanan data sebesar 9,6% YoY pada paruh pertama 2026. Hingga akhir kuartal II 2026, wilayah ini melayani lebih dari 14 juta pelanggan, menjadikannya basis pengguna Indosat terbesar kedua di Indonesia. Hasil positif ini merupakan buah manis dari ekspansi inklusi digital melalui program 'Desa Terkoneksi'. Dengan pendekatan turun langsung ke 230 desa di Jawa Timur, serta didukung keandalan hampir 25.000 BTS 4G dan 650 BTS 5G, Indosat membuka akses edukasi digital secara masif. Langkah kolaboratif dengan pelaku usaha setempat ini terbukti berhasil menjadi mesin pertumbuhan baru sekaligus penggerak produktivitas warga rural secara berkelanjutan," ujar Fahd Yudhanegoro dikutip keterangan tertulis pada Kamis (30/7/2026).
Kinerja Jawa Timur tersebut turut memperkuat pencapaian Indosat secara nasional pada semester pertama 2026. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun, meningkat 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan pendapatan diikuti pertumbuhan EBITDA sebesar 14 persen menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen secara tahunan menjadi Rp3,2 triliun, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta peningkatan efisiensi operasional.
Transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Indosat menghadirkan berbagai layanan AI, seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, dan Adobe Express, yang kini menjadi bagian dari pengalaman digital pelanggan.
Inovasi tersebut mendorong trafik data nasional tumbuh 19,9 persen YoY, sementara Average Revenue Per User (ARPU) meningkat 17,3 persen menjadi Rp46 ribu. Jumlah pelanggan seluler Indosat juga tetap kuat dengan mencapai 93,4 juta pelanggan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi AI menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
"AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti kuat bahwa strategi kami berjalan baik sekaligus mencerminkan momentum positif dari perjalanan transformasi kami. Pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mengakselerasi fase transformasi selanjutnya, dengan memperkuat kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan sekaligus berkontribusi dalam membangun ekosistem AI di Indonesia," kata Vikram Sinha.
Kinerja operasional yang kuat juga memungkinkan Indosat mempercepat investasi untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Salah satu langkah strategis tersebut adalah pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer infrastruktur serat optik nasional.
Langkah ini menghasilkan sekitar Rp11,7 triliun sekaligus mendukung penerapan model bisnis asset-light yang memberi fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan untuk berinvestasi di sektor teknologi.
Di sisi lain, bisnis AI Cloud juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Selama semester pertama 2026, layanan ini membukukan pendapatan US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar US$28 juta, mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur AI di Indonesia.
Untuk memperkuat ekosistem AI, Indosat juga memperoleh tambahan spektrum 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Penambahan spektrum tersebut akan meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus mendukung pengembangan layanan Indosat 5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).