Baca 10 detik
- Puluhan petani memanfaatkan dasar Bendungan Sangiran di Ngawi yang mengering untuk menanam padi dan jagung pada Kamis (10/9/2026).
- Volume air waduk menyusut drastis hingga tersisa 20 persen akibat kemarau panjang sejak akhir Juni lalu.
- Pemanfaatan lahan darurat tersebut menjadi strategi bertahan hidup petani untuk menyambung hidup selama musim paceklik.
Krisis air di Ngawi sendiri kini kian meluas. Dua reservoir besar lainnya, Waduk Pondok dan Waduk Kedungbendo, juga mengalami penyusutan volume yang mengkhawatirkan.
Pemerintah daerah terus mengimbau petani agar berdisiplin mengubah pola tanam dengan memilih varietas palawija yang minim konsumsi air.