- Seorang ibu penderita stroke di Ngawi tewas dianiaya anak kandungnya yang mengalami gangguan jiwa pada Kamis pagi.
- Suami korban sempat menyembunyikan istrinya di gudang kayu sebelum pergi ke sawah demi menghindari amukan pelaku.
- Polisi mengamankan barang bukti berupa sebatang kayu dan merujuk terduga pelaku ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan kejiwaan.
SuaraJatim.id - Di sebuah gudang kayu yang pengap di balik rumahnya, S (61) menaruh harapan kecil. Di sanalah ia menyembunyikan K (54), istri tercintanya, dari amukan membabi buta putra kandung mereka, D (38).
Namun, takdir berkata lain. Benteng perlindungan yang dibangun S justru menjadi saksi bisu berakhirnya nyawa sang istri di tangan darah dagingnya sendiri.
Tragedi yang mengguncang Dusun Pudak, Desa Wonokerto, Ngawi, ini mencapai puncaknya pada Kamis (6/8/2026) pagi. Badai di rumah sederhana itu dimulai pada Rabu malam. D, yang telah lima tahun bergulat dengan gangguan jiwa (ODGJ), mendadak mengamuk.
Sasarannya adalah sang ibu, K, yang kini hanya bisa terbaring lemah karena serangan stroke. Di tengah keterbatasan fisiknya, K tak mampu menghindar saat pukulan dan tendangan sang anak mendarat di tubuhnya.
Baca Juga:Demi Selamatkan Nyawa Sang Ibu, Pengusaha Bawean Rogoh Kocek Ratusan Juta untuk Sewa Pesawat
Melihat belahan jiwanya terus disiksa, S berusaha keras menyelamatkan istrinya. Saat fajar menyingsing, ia memutuskan untuk memindahkan K ke gudang kayu di belakang rumah. Sebuah upaya agar istrinya tak terlihat oleh sang anak yang tengah kalap.
Berpikir situasi sudah aman, S berangkat ke sawah untuk mencari nafkah pada pukul 06.00 WIB. Namun, ia tak menyangka bahwa persembunyian itu terendus. Saat S kembali ke rumah sekitar pukul 07.30 WIB, keheningan di gudang kayu terasa mencekam. Ia menemukan K sudah tak bernyawa dengan luka berat di bagian kepala.
"Tadi malam korban sudah dianiaya, lalu oleh suaminya disembunyikan di gudang. Namun saat (suami) pulang dari sawah, korban sudah tewas akibat pukulan benda tumpul," ujar Kepala Dusun Pudak, Santoso dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Polisi yang tiba di lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Di antara tumpukan kayu, petugas menemukan sebatang kayu yang diduga kuat menjadi senjata maut untuk mengakhiri hidup K. Sejumlah sabit juga diamankan sebagai barang bukti tambahan.
Sementara itu, D, sang anak yang diduga kuat sebagai pelaku, langsung diamankan tanpa perlawanan berarti. Tak ada jeruji besi biasa baginya; polisi membawanya ke Poli Jiwa RSUD dr. Soeroto Ngawi.
Baca Juga:Krisis Air Bersih Melanda Ngawi, Warga Gali Dasar Sungai demi Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
"Kami masih mendalami kasus ini, terutama untuk memastikan kondisi kejiwaan terduga pelaku. Korban mengalami luka serius di kepala," jelas Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Pras Ardinata. Jenazah K kini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.