5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Wisatawan sering rugi di luar negeri akibat margin kurs, uang tunai berlebih, dan biaya kartu. Solusinya, gunakan QRIS GoPay agar lebih praktis, aman, dan transparan.

Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB
5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri
(Sumber: Pexels)

SuaraJatim.id - Saat merencanakan perjalanan ke luar negeri, anggaran biasanya fokus pada tiket pesawat, penginapan, dan aktivitas selama di tempat tujuan. Sayangnya, metode dan cara membayar menjadi detail yang sering terabaikan. Padahal detail ini sering menyedot porsi anggaran perjalanan.

Ada lima masalah keuangan yang sering dialami wisatawan Indonesia saat berpergian ke luar negeri. Margin kurs, uang asing yang tidak terpakai, dan biaya tambahan pada kartu menjadi faktor pengurang dana di titik berbeda selama perjalanan. Tidak ada satu pun dari biaya ini yang tercatat eksplisit dalam anggaran perjalanan sehingga jarang diperhitungkan sejak awal. Beberapa masalah ini mulai berkurang ketika sudah bisa melakukan transaksi di luar negeri pakai qris GoPay tanpa harus repot membawa uang tunai.

1. Kurs Money Changer Tidak Sebaik yang Terlihat

Money changer mendapat keuntungan dari selisih antara nilai beli dan jual mata uang asing, margin ini sudah termasuk dalam kurs yang dipajang, bukan biaya terpisah. Lebih lanjut, dua money changer bisa menawarkan nilai kurs berbeda signifikan untuk mata uang yang sama pada hari yang sama. Jadi, Anda bisa membandingkan nilai kurs sebenarnya sedang membandingkan margin profit.

Baca Juga:Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan

2. Membawa Uang Tunai Berlebihan

Wisatawan kerap menukar uang dalam jumlah berlebih sebagai jaga-jaga agar tidak kekurangan saat di negara asing. Uang tunai lebih tersebut harus dibawa selama perjalanan dan rentan hilang atau dicuri tanpa ada cara untuk menggantinya.

Berbeda dengan e-wallet, uang tunai tidak bisa diblokir, diterbitkan ulang, atau diklaim kembali jika hilang. Besarnya risiko kerugian ditentukan saat menukar uang, sebelum pengeluaran dilakukan, sehingga potensi kerugian jadi lebih besar.

3. Sisa Mata Uang Asing yang Rugi Saat Ditukar Balik

Sisa mata uang asing yang tidak habis dipakai harus ditukar balik ke rupiah dengan kurs yang sama sekali lagi terkena margin. Uang logam biasanya tidak diterima untuk penukaran kembali sehingga nilai nominal kecil ini langsung hilang.

Baca Juga:BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026

Uang yang sudah ditukar tapi tidak terpakai berarti wisatawan membayar dua kali tanpa mendapat manfaat. Opsi menyimpan uang tersebut untuk keperluan perjalanan berikutnya juga berisiko karena nilai tukar bisa berubah di waktu mendatang.

4. Biaya Tambahan Saat Bertransaksi dengan Kartu

Pembayaran kartu kredit atau debit di luar negeri sering dikenai biaya transaksi asing. Terminal pembayaran kadang menawarkan konversi nilai menggunakan kurs mereka sendiri saat melakukan pembayaran.

Jika menerima penawaran konversi rupiah di tempat, biasanya artinya Anda menerima kurs yang ditetapkan terminal, bukan jaringan kartu. Biaya tambahan ini baru muncul di laporan transaksi setelah perjalanan selesai, sehingga pengeluaran sebenarnya baru diketahui secara retrospektif.

5. Sulit Melacak Pengeluaran dalam Mata Uang Asing

Berbelanja dalam mata uang asing yang tidak dikenal membuat Anda sulit memperkirakan nilai pengeluaran secara tepat. Uang tunai tidak meninggalkan catatan otomatis. Maka dari i tu, satu-satunya acuan adalah sisa uang yang ada, sehingga risiko kelebihan pengeluaran baru terlihat setelah perjalanan selesai dan anggaran telah terlewati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak