Salah satu produk yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah fesyen berbasis wastra dan bordir. Jawa Timur memiliki sejumlah sentra bordir dengan produk yang potensial untuk memasuki pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.
“Wastra dan bordir Jawa Timur sangat berkualitas dan memiliki potensi yang luar biasa. Mudah-mudahan kita memperoleh kesempatan untuk memasuki pasar Arab Saudi dan Timur Tengah lebih luas lagi, terutama untuk produk busana berbasis bordir,” tuturnya.
Selain produk fesyen, Jawa Timur juga membawa sejumlah pemasok logistik yang telah memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan musim haji tahun ini.
“Kami juga membawa pemasok logistik yang pada musim haji tahun ini telah mendapatkan kesempatan. Mudah-mudahan kemitraan, kerja sama, dan penguatan pasokan logistik dari Jawa Timur dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan kerja sama dengan Arab Saudi juga ditopang oleh ekosistem halal Jawa Timur yang telah melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan.
Jawa Timur memiliki Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) serta pengembangan kawasan industri halal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem industri halal dari hulu hingga hilir.
Selain kawasan industri halal, Jawa Timur juga memiliki 15 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di luar LPH LPPOM, LPH Sucofindo, dan LPH Surveyor Indonesia yang memiliki kantor cabang di Surabaya. Ekosistem tersebut diperkuat oleh 85 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) dan 16.424 Pendamping Proses Produk Halal (PPH).
Infrastruktur pendukung halal juga mencakup keberadaan laboratorium halal, 196 Rumah Potong Hewan (RPH) halal, serta sekitar 348.010 penyelia halal.
“Ekosistem halal ini penting karena yang kita tawarkan bukan sekadar produk. Kita ingin membangun rantai nilai yang didukung kawasan industri, proses produksi, sertifikasi, sumber daya manusia, hingga distribusi,” jelasnya.
Baca Juga:Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Apresiasi Nasionalisme
Lebih lanjut disampaikan Khofifah, pengembangan ekosistem halal Jawa Timur dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas dengan Arab Saudi, terutama pada sektor pangan, produk olahan, jasa, logistik, pariwisata, serta berbagai kebutuhan pendukung perjalanan dan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
“Penguatan industri halal di Jawa Timur, insyaallah, akan mendukung rantai pasok logistik pada musim haji. Ke depan, peluang ini juga dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan musim umrah, termasuk pada bulan Ramadan dan periode lainnya,” tutur Khofifah.
Berdasarkan data BPS Jawa Timur Agustus 2026, perekonomian Jawa Timur memberikan kontribusi sebesar 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.
Pada Triwulan II 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur atas dasar harga berlaku mencapai Rp930 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp538,59 triliun.
Struktur tenaga kerja juga menunjukkan besarnya basis ekonomi Jawa Timur, dengan sekitar 3,58 juta tenaga kerja di sektor industri, 4,56 juta di sektor perdagangan, dan 7,77 juta di sektor pertanian.
“Basis industri dan pertanian ini memberikan ruang yang besar untuk membangun rantai pasok produk dari Jawa Timur. Apalagi Jawa Timur juga menjadi simpul distribusi menuju kawasan Indonesia Timur,” kata Khofifah.