- Satreskrim Polresta Tuban menangkap dua pemuda berinisial AHN dan KTH di rumah mereka masing-masing.
- Kedua pelaku diduga telah membobol 13 sekolah di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang untuk mencuri barang berharga.
- Hasil penjualan barang curian dari belasan sekolah tersebut digunakan oleh para pelaku untuk bermain judi online.
SuaraJatim.id - Sekolah menjadi sasaran aksi pencurian dua pemuda di Tuban. Satreskrim Polresta Tuban menangkap AHN (22) dan KTH (22) yang diduga membobol sedikitnya 13 sekolah di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Keduanya ditangkap di rumah masing-masing. Bahkan, salah satu pelaku diamankan polisi saat sedang tidur.
Wakapolresta Tuban Kompol Supiyan mengatakan pengungkapan kasus bermula dari pencurian di UPT SDN Mulyoagung 2, Kecamatan Singgahan, Tuban, yang dilaporkan pada 3 September 2026.
Pencurian diketahui petugas kebersihan sekolah sekitar pukul 05.30 WIB. Pintu ruang guru ditemukan rusak dan bekas dicongkel. Setelah diperiksa, tiga laptop merek HP raib. Kerugian sekolah ditaksir mencapai Rp20 juta.
Baca Juga:Berujung Maut! Tertangkap Basah Curi Jeruk, Pria di Banyuwangi Tewas Dihajar Warga
“Pelaku beraksi pada malam hari dan masuk ke dalam ruang guru dengan cara merusak atau mencongkel pintu,” kata Supiyan melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (28/9/2026).
Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku telah beraksi di 13 sekolah. Barang yang dibawa kabur antara lain laptop, tablet, proyektor LCD, amplifier, mixer, kamera hingga uang tunai.
Polisi menyebut keduanya diduga menyasar sekolah dengan modus serupa, yakni merusak pintu dan menggasak barang berharga di dalam ruangan.
“Memang spesialis pembobol sekolahan,” ujar Supiyan.
Yang mengejutkan, kepada penyidik kedua tersangka mengaku hasil pencurian digunakan untuk bermain judi online. Barang curian dijual, kemudian uangnya dipakai untuk memasang taruhan.
Baca Juga:Aksi Bobol Toko Terpantau CCTV HP, Pencuri di Probolinggo Tewas Dihajar Massa
Polresta Tuban masih berkoordinasi dengan kepolisian di Rembang untuk menindaklanjuti dugaan aksi pencurian di sejumlah sekolah di wilayah tersebut.