- Sardji (76) tewas setelah terpeleset dan jatuh ke sumur sedalam 20 meter di Madiun pada Selasa (29/9/2026).
- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad korban dari dasar sumur yang sempit setelah berjuang selama dua jam.
- Polisi membawa jenazah ke RSUD Dolopo untuk visum serta memasang garis polisi di lokasi kejadian.
SuaraJatim.id - Niat hati memperbaiki pompa air di rumah kerabat, nasib nahas justru menimpa Sardji (76), warga Desa Sangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Lansia tersebut meregang nyawa setelah terperosok ke dalam sumur tua sedalam 20 meter pada Selasa (29/9/2026) sore.
Proses evakuasi korban berjalan menegangkan. Tim SAR gabungan dari Satpol PP, BPBD, TNI, Polri, dan relawan setempat harus berjibaku selama dua jam untuk mengangkat tubuh Sardji dari dasar sumur yang sangat sempit dan minim oksigen.
Kabid Kesiapsiagaan dan Penanganan Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, menuturkan bahwa laporan darurat diterima pihaknya sekitar pukul 14.29 WIB.
"Kedalaman sumur mencapai 20 meter. Kendala utama tim di lapangan adalah diameter sumur yang sangat sempit, sehingga butuh peralatan khusus dan kehati-hatian ekstra. Evakuasi memakan waktu sekitar dua jam hingga jasad korban berhasil diangkat," ungkap Andy dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Baca Juga:Pilu! Korban KM Virgo Transport 8 Dimakamkan di Madiun, Tinggalkan Istri dan Empat Anak
Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, tragedi bermula saat korban tengah mengotak-atik mesin pompa air jenis gantung yang berada tepat di bibir sumur rumah kerabatnya di Desa Kertobanyon.
Diduga kuat, korban kehilangan keseimbangan akibat pijakan yang licin lalu tercebur ke dalam lubang.
"Korban sedang membenahi pompa air gantung. Dugaan sementara, korban terpeleset hingga akhirnya jatuh bebas ke dasar sumur," terang Pamapta III Polres Madiun, Ipda Rinto.
Jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Dolopo untuk menjalani visum luar guna memastikan penyebab pasti kematian.
Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, petugas telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan menyita mesin pompa air sebagai barang bukti.
"Sejumlah saksi di lokasi sudah kami mintai keterangan. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk memastikan seluruh kronologi kejadian," pungkas Rinto.
Baca Juga:Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas