- Guru SD asal Madiun bernama Taruno Hidayat ditemukan meninggal setelah terombang-ambing di Laut Masalembo selama 13 hari.
- Korban bersama adiknya berlayar membawa komoditas sayur menuju Kalimantan untuk mencari nafkah tambahan bagi keluarga mereka.
- Jenazah berhasil dievakuasi pada akhir September 2026 dan langsung dipulangkan ke Madiun dengan pengawalan BPBD setempat.
SuaraJatim.id - Ikhtiar seorang guru sekolah dasar untuk mencari nafkah tambahan bagi keluarganya berakhir dalam pelukan laut lepas.
Setelah 13 hari terombang-ambing tanpa kepastian di keganasan Laut Masalembo, jasad Taruno Hidayat (46), warga lereng Gunung Wilis, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Kepulangan Taruno mengakhiri penantian panjang nan menyiksa pihak keluarga di Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Jenazah guru ASN di SDN 6 Kare ini dievakuasi dari perairan Masalembo, Jawa Timur, pada Jumat (25/9/2026), sebelum akhirnya diterbangkan ke Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026) pagi.
Baca Juga:Lolos dari Maut Masalembo: Kisah Koki KM Virgo Bertahan 9 Jam Sambil Menelan Air Laut Campur Solar
Pemerintah Kabupaten Madiun bergerak cepat mengawal kepulangan sang pendidik ke tanah kelahirannya.
"Tim BPBD sudah bersiaga menjemput dan mengawal mobil ambulans dari pintu keluar Tol Dumpil hingga ke rumah duka di Kare," ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Isak tangis kerabat, rekan sejawat, dan warga desa mengiringi ketibaan jenazah di masjid setempat untuk disalatkan, sebelum dikebumikan di peristirahatan terakhirnya.
Di balik musibah karamnya KM Virgo Transport 8, terselip potret gigih seorang abdi negara. Di luar jam dinasnya sebagai pendidik anak-anak desa, almarhum Taruno dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang ulet dan tak pantang lelah.
Menyambut ajakan seorang kawan lama, ia rela menempuh rute pelayaran niaga antarpulau menuju Kalimantan. Taruno berangkat bersama adik kandungnya, Tihwin Nuryanto (43), dengan membawa komoditas sayur-mayur demi menambah pundi-pundi rupiah keluarga di kampung.
Baca Juga:Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
Nahas, kapal niaga yang mereka tumpangi dihantam petaka di perairan Masalembo. Kapal mengalami kecelakaan laut fatal, menelan seluruh muatan dan melempar kakak-beradik itu ke tengah laut luas.
Sang adik, Tihwin Nuryanto, hingga detik ini belum diketahui rimbanya. Keluarga kini kembali bertaruh dengan doa dan cemas, menanti keajaiban di tengah operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang masih berlangsung di belantara ombak Masalembo.