Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap kurir berinisial MA di kos Jalan Tembok Dukuh.

Wakos Reza Gautama
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:53 WIB
Geger Ekstasi Logo WhatsApp di Surabaya, Kurir Diupah Rp5 Ribu per Butir
Ilustrasi Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap kurir berinisial MA di kos Jalan Tembok Dukuh. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap kurir berinisial MA di kos Jalan Tembok Dukuh.
  • Petugas menyita 43 butir ekstasi berlogo WhatsApp dan Minion serta 32.000 pil koplo.
  • Tersangka diupah murah oleh bandar buronan berinisial RESEK dengan sistem edar ranjau.

SuaraJatim.id - Modus peredaran narkotika di Kota Pahlawan kian variatif. Setelah pil bergambar karakter Minion sempat marak, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya kini membongkar peredaran ekstasi dengan logo baru yaini aplikasi perpesanan WhatsApp.

Tak hanya narkotika visual unik tersebut, polisi turut menyita 32.000 butir pil koplo siap edar dari tangan seorang kurir berinisial MA (24). Pemuda asal Pandegiling, Tegalsari itu diringkus di sebuah kamar kos di kawasan Jalan Tembok Dukuh, Surabaya.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka berlanjut ke penyisiran lokasi "ranjauan" di Jalan Embong Ploso, Genteng.

"Dari penggeledahan, kami mengamankan 43 butir ekstasi dengan dua cetakan berbeda, yakni 19 butir hijau berlogo WhatsApp dan 24 butir kuning berlogo Minion, dengan total berat netto 14,83 gram," beber Dodi.

Baca Juga:Modus Licik Istri Polisi di Surabaya: Kuras Tabungan Teman hingga Kambinghitamkan Orang Lain

Selain pil ekstasi berlogo mencolok tersebut, skala temuan terbesar justru datang dari obat keras berbahaya. Petugas mendapati 32 botol pil koplo jenis Dobel L. Mengingat satu botol berisi rata-rata seribu butir, total tangkapan mencapai 32.000 butir.

Di balik risiko hukum yang menjeratnya, MA ternyata hanyalah 'kaki tangan' yang diupah murah. Polisi membeberkan bahwa MA dikendalikan oleh seorang bandar berinisial RESEK, yang kini resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam menjalankan aksinya dengan sistem ranjau (menaruh barang di titik tertentu), MA hanya menerima upah Rp5.000 untuk setiap butir ekstasi yang berhasil ditaruh. Sementara untuk pil koplo, jasanya dihargai Rp15.000 per botol.

"Tersangka bertugas mengambil barang lalu memasang ranjauan sesuai instruksi pengendali. Pola upah per butir ini menjadi petunjuk penting bagi kami untuk memetakan jaringannya," jelas Dodi.

Kini, penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya fokus memburu RESEK sekaligus menelusuri pabrik atau jalur masuk pil ekstasi berlogo unik tersebut ke Jawa Timur.

Baca Juga:Menguak Episentrum Ledakan Pakuwon City: Tabung Elpiji 50 Kg dan Kompor Diangkut Labfor

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak