Baca 10 detik
- Marlan Anggrianto menolak draf damai karena sekolah memanipulasi fakta tidak adanya pemalakan di Madiun pada Senin (12/10/2026).
- Pihak SDN Mejayan 1 menolak meminta maaf secara terbuka karena takut dianggap kalah dalam mediasi tersebut.
- Pertemuan menghasilkan surat kesepakatan tertulis diplomatis tanpa kejelasan tegas mengenai penyelesaian kasus perundungan siswa.
Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp sejak Senin (12/10/2026) hingga berita ini diterbitkan terpantau masih berstatus centang satu (belum terkirim/tidak aktif).