- Jalur pendakian Bukit Cendono di Mojokerto resmi ditutup darurat sejak 14 Oktober 2026.
- Penutupan dilakukan akibat kebakaran hutan dan lahan yang meluas dari Gunung Kukusan sejak Selasa.
- Petugas gabungan menyiagakan personel untuk memadamkan api dan melarang pendaki menerobos jalur tersebut.
SuaraJatim.id - Bagi Anda yang merencanakan agenda pendakian ke Bukit Cendono akhir pekan ini, sebaiknya segera tunda perjalanan. Jalur pendakian favorit di kawasan Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, itu resmi ditutup total menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas dan mengancam keselamatan pengunjung.
Langkah penutupan darurat ini diberlakukan sejak Rabu (14/10/2026) demi mencegah adanya pendaki yang terjebak di tengah amukan si jago merah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, membeberkan bahwa titik api pertama kali terpantau berkobar di kawasan lereng Gunung Kukusan, Desa Begaganlimo, sejak Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Didorong embusan angin kencang dan vegetasi yang mengering, kobaran api merembet liar ke sejumlah titik punggungan bukit di sekitarnya.
Baca Juga:Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
"Kobaran api merambat mulai dari kawasan Putu Sembung, Putu Kencur, Kutu Duro, hingga akhirnya mendekati area Bukit Cendono. Mengingat risikonya sangat tinggi, jalur pendakian menuju Bukit Cendono ditutup sementara waktu untuk masyarakat umum," terang Rinaldi, Jumat (16/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Saat ini, personel gabungan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo terus disiagakan di lapangan untuk melakukan pemantauan intensif, pemadaman titik api, serta pembuatan sekat bakar guna memutus rantai penyebaran api ke kawasan hutan yang lebih lebat.
Rinaldi menegaskan, pihaknya tidak akan berkompromi soal batas keamanan. Pintu masuk pendakian baru akan dibuka kembali setelah seluruh bara api benar-benar padam dan kawasan tersebut mengantongi status aman dari otoritas terkait.
Ia juga melayangkan peringatan keras agar para pendaki maupun warga lokal tidak nekat menerobos jalur-jalur tikus demi keselamatan diri sendiri.
"Kami memohon kerja sama calon pendaki dan masyarakat untuk mematuhi larangan ini. Jangan ada aktivitas yang memicu percikan api di area hutan yang sedang sangat kering. Mari saling menjaga kelestarian lingkungan, insya Allah, jika kita jaga alam, alam pun akan menjaga kita," pungkasnya.
Baca Juga:Rivalitas Melebur di GBT: Bonek Targetkan Sejuta Masker untuk Korban Karhutla Sumatra-Kalimantan