SuaraJatim.id - Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar, Jawa Timur mendeportasi satu keluarga asal Bangladesh karena izin tinggalnya sudah melebihi waktu yang ditetapkan (overstay).
Dari data yang disampaikan Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Blitar Kelas II Non-TPI Blitar Denny Irawan mengemukakan identitas keluarga yang dideportasi tersebut adalah Nur Mohammad Howlader (50) dengan istrinya Ayasha Akhtar Happy (41), serta kedua anaknya yang masih berusia 18 tahun dan sembilan tahun.
"Mereka diketahui sudah overstay selama dua bulan. Mereka dikenakan tindakan administratif keimigrasian Pasal 78 ayat 3 yakni deportasi," ujarnya, Rabu (20/3/2019).
Dikatakan Denny, Nur Mohammad yang berasal dari Bangladesh menikah dengan Ayasha Akhtar Happy, Warga Negara Indonesia (WNI). Keduanya bertemu saat menjadi buruh migran di Arab Saudi.
Namun, sang istri memilih ikut kewarganegaraan suami dan pernah tinggal di negara tersebut. Happy, yang pernah tercatat sebagai warga Kecamatan Selopuro, bersama keluarganya pulang ke Indonesia untuk bertemu ibunya yang sedang sakit.
"Happy ini warga asli Selopuro, dia datang ke Indonesia untuk merawat ibunya yang sakit. Tapi karena sudah overstay, kami deportasi," tutur dia.
Ia menambahkan, sesuai dengan aturan warga asing diizinkan masuk dengan visa kunjungan selama 60 hari. Jika lebih dari jumlah itu, dan tidak diperpanjang yang bersangkutan akan dikenai tindakan administratif.
Kantor imigrasi juga sudah kooridnasi dengan duta besar yang bersangkutan yang menerangkan tentang deportasi tersebut. Pihaknya juga menggalakkan partisipasi warga di bawah tim pemantau orang asing (timpora) yang sudah dibentuk, baik di Kabupaten dan Kota Blitar serta Tulungagung. (Antara)
Baca Juga: Cari Sinyal saat Pulang ke Rumah, Pelajar Malah Diperkosa di Semak-semak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT