SuaraJatim.id - Seorang penjaga warung di Gresik, Jawa Timur, Yadi Yuliantoro (30) dikeroyok delapan pemuda hanya karena saling olok.
Akibat kejadian tersebut, Yadi yang berasal dari warga Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Gresik mengalami luka robek di punggung, kemudian mengalami luka punggung bawah dan bahunya terkena sabetan benda tajam.
Kasus pengeroyokan berawal saat Febri Dwi Prasetyo (16), warga asal Desa Simorejo, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro yang juga rekan korban, mengajak temannya Riski untuk menjaga warung. Namun, sebelum berangkat korban malah ikut serta.
Selanjutnya, mereka bertiga mengendarai dua sepeda motor. Berangkat dari warung BMW yang berada di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gresik menuju ke warung di Jalan Sunan Giri.
Sebelum sampai tujuan, tepatnya di depan Masjid Agung Gresik, mereka berpapasan dengan beberapa orang yang mengendarai sepeda motor yang melawan arus.
Setelah itu, korban mendatangi pengendara motor yang melawan arus tersebut, namun ternyata orang yang didatangi korban ada sekitar delapan orang yang langsung mengejar korban.
Saat terjadi kejar-mengejar. Korban berhasil melarikan diri. Setelah itu, sewaktu rekan korban Febri Dwi Prasetyo bersama korban, tiba-tiba didatangi beberapa orang yang langsung memukuli dan menginjak-injak.
Selain itu, ada yang memukul bagian belakang kepala korban menggunakan botol kecap dan botol yang sudah pecah.
Usai dikeroyok, korban terlihat lemas, selanjutnya para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian dan korban dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
Baca Juga: Suporter Vietnam : Terima Kasih Indonesia
Febri melaporkan kejadian pengeroyokan ini ke Polsek Kebomas. Berdasarkan laporan tersebut selanjutnya beberapa anggota unit Reskrim Polsek Kebomas melakukan penyelidikan.
Hasilnya, berhasil menangkap empat pelaku. Masing-masing Fajar Teguh Prayetno (24) warga Desa Klagensamprat, Kecamatan Maduran, Lamongan. Erwin Dian Pratama (19) asal Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Akbar Maulana (24) warga
Perum Bukit Mas Blok A1/13, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, dan Moh Misbahul (19) warga asal Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, Rembang.
"Saat kami tangkap, keempat pelaku itu mengakui perbuatannya," ujar Panit I Reskrim Polsek Kebomas, Gresik, Ipda Dawud seperti dilansir beritajatim.com - jaringan Suara.com, Minggu (24/03/2019).
Dawud menambahkan, selain menangkap empat pelaku, anggotanya juga menyita sejumlah barang bukti. Atas perbuatannya, semua pelaku itu dijerat dengan pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.
Berita Terkait
-
Balas Dendam, Geng Tiga Serangkai Serang Warung Jengkol Ditangkap Polisi
-
Bahagia Usai Penggal Leher Ibu Kandung, Rozikin Mau Dibawa ke Psikiater
-
Gorok Leher Ibunya, Rozikin: Kenapa Harus Nangis, Saya Justru Lega
-
Tak Kasih Uang Konsumsi Kerja Bakti, Anak Gorok Leher Ibu Kandungnya
-
Kesal dan Dendam Dimarahi Terus, Rozikin Potong Leher Ibu Sendiri
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Kick Off BRI Consumer Expo 2026 Jadi Momentum Second Engine of Growth
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Jateng Perdana 2026 dan Sukses Catatkan Transaksi
-
Jembatan Darurat di Probolinggo Putus Lagi Diterjang Banjir Ekstrem, Akses Warga Terancam
-
Puting Beliung Terjang 2 Desa di Blitar, 4 Rumah Warga Rusak
-
5 Fakta Korupsi Lampu Hias Probolinggo, Modus Alih Pekerjaan Terbongkar