SuaraJatim.id - Aris Sugianto membunuh dan penggal leher Budi Hartanto dengan kejam. Padahal sebelum pembunuhan itu terjadi, Aris dan Budi dekat dan berstatus sepasang kekasih.
Awal perkenalan mereka di sebuah media sosial komunitas gay. Aplikasi gay itu bernama Hornet. Di sana mereka memulai hubungan dekat.
Aris kenal dengan Budi tahun 2018. Pengakuannya ke polisi, Aris jatuh cinta dengan Budi lantaran fisiknya yang memenuhi syarat sebagai lelaki.
"Kalau Aris lihat laki-laki yang seperti kriterianya, hasrat nafsunya selalau naik," kata Kompol Nanang Wahyudi Kasubag Sikologi Keamanan Bag Psikpol Biro Sikologi Polri, pada Suara.com, Kamis (25/4/2019).
Namun kemesraan Aris dan Budi tak lama. Aris bunuh Budi dengan menusuk beberapa kali. Bahkan kepala Budi dipenggal dan badannya dimasukkan ke koper.
Aris bersama rekannya Azis Prakoso (23) merupakan tersangka pembunuhan terhadap Budi Hartanto yang mayatnya ditemukan dalam koper dalam kondisi tanpa kepala. Kepala korban ditemukan 9 hari kemudian di aliran sungai di Desa Bleber, Ringinrejo, Kediri.
Kontributor : Achmad Ali
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh