SuaraJatim.id - Ketua Majelis Hakim I Ketut Kimiarsa, menjatuhkan vonis 6 tahun penjara kepada terdakwa Achour Mohammed Essediq (25) asal Maroko yang melakukan sodomi terhadap seorang remaja berusia 13 tahun di Bali.
Terhadap putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Ngurah Wirayoga, dan terdakwa menyatakan sama-sama menerima keputusan hakim di ruang sidang Candra, Kamis (16/5/2019) di Pengadilan Negeri Denpasar.
"Menyatakan terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan perbuatan cabul sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak," putus Hakim Kimiarsa seperti dilansir Beritabali.com--jaringan Suara.com, Jumat (17/5/2019).
Majelis hakim juga sependapat dengan jaksa dengan menjatuhkan hukuman denda kepada terdakwa sebesar Rp 50 juta subsider 6 bulan penjara.
Jaksa Wirayoga yang sebelumnya menuntut terdakwa hukuman selama 7 tahun penjara, ini membeberkan perbuatan bejat yang dilakukan pria kurus berambut ikal ini sebelum diadili.
Berawal, saat korban berinisial WP yang masih berusia 13 tahun nongkrong sendirian di Cirkle K, Jalan Raya Canggu, sekira pukul 23.30 Wita. Saat itu, korban melihat terdakwa mondar-mandir ke Cirkle K sebanyak 3 kali. Pada pukul 02.30 Wita, terdakwa kemudian mendekati dan membujuk korban. Entah apa yang dijanjikan, korban mau ikut dibonceng oleh terdakwa naik sepada motor.
Tidak jauh dari lokasi tadi, mereka menuju ke vila tempat tinggal terdakwa. Namun saat masuk gang Munduk Tedung, dekat Cirkle K, terdakwa menepi. Saat itulan terdakwa melampiaskan nafsunya.
Korban dipeloroti celananya dan disodomi hingga pelaku mengeluarkan sperma. Korban juga sempat dijambak dan dicekik saat itu.
Seusai melempiaskan nafsu bejatnya terdakwa kemudian memberi uang sebesar Rp100.000 kepada korban namun korban menolak. Perstiwa itu terjadi pada 20 Desember 2018 sekitar pukul 03.00 Wita.
"Sesuai visum et repertum, dengan kesimpulan bahwa pada lubang anus korban ditemukan luka-luka lecet dan menghilangnya lipatan-lipatan kulit sekitar dubur akibat penetrasi tumpul yang terjadi dalam kurun waktu dari 72 jam sebelum pemeriksaan," demikian Jaksa dari Kejari Denpasar.
Berita Terkait
-
Tawuran Sarung Makan Korban, Remaja Pengangguran hingga Anak SD Dibekuk
-
Kasus Santri Dicabuli Pimpinan Ponpes, Menteri Yohana Angkat Bicara
-
Terjebak Macet Saat Naik Motor, Seorang Bule di Bali Malah Lakukan Ini
-
Tolak Disodomi, Anak Gembala Dibunuh Lelaki 50 Tahun
-
2 Anak Ditawari Main PlayStation, Syaratnya Mau Disodomi
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
-
Gubernur Khofifah Apresiasi Para Atlet Jatim Mampu Pecahkan Rekor dalam Asian Para Games 2026
-
Sandiwara Rumah Keluarga Miskin di Surabaya: Megah 3 Lantai, Sekap 10 Calon PRT
-
Tebing 30 Meter Longsor di Magetan, Jalan Antardesa Terputus dan Listrik Padam
-
419 Hunian Tetap Semeru di Lumajang Kosong, Pemkab Verifikasi untuk Penataan