SuaraJatim.id - Pospam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) kembali difungsikan secara normal setelah aksi bom bunuh diri yang sempat terjadi di depan Pospam tersebut. Sejumlah personel dari Polres Sukoharjo terlihat berjaga di sekitar Pospam.
Beberapa anggota lainnya terlihat mengatur lalu lintas di kawasan simpang tiga jalan yang menghubungkan Solo - Jogja - Semarang tersebut.
Setelah terjadinya aksi bom bunuh diri yang dilakukan Rofik Asharudin, Senin (3/6/2019) malam Pospam sempat ditutup sementara. Lantaran, sejumlah personel dari Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, pada bagian depan Pospam masih terlihat bekas gosong yang menandakan titik ledakan terjadi. Pun sejumlah lubang juga terlihat di bagian depan.
Komandan Jaga Regu 2 Pospam Kartasura Ipda Kurniawan Triatmaja mengungkapkan, kondisi Pospam sudah kembali difungsikan seperti biasanya.
"Sudah difungsikan normal seperti biasa. Kami melakukan pengawasan dan mengatur lalu lintas aris mudik," katanya.
Jika tidak difungsikan, Kurniawan melanjutkan, dikhawatirkan akan terjadi kepadatan lalu lintas di simpang tiga tersebut. Mengingat, kepadatan lalu lintas pada H-1 Lebaran sangat terasa di simpang tiga tersebut.
"Kalau nanti tidak difungsikan, lalu terjadi kemacetan dan terkunci kan repot juga," ucapnya. Penjagaan Pospam ini sebagaimana instruksi dari Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel sebelumnya.
Baca Juga: Mabes Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Amatiran
Kapolda meminta agar aktivitas penjagaan kembali dilakukan seperti biasa. Hal ini ditujukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik.
Sementara itu, kondisi lalu lintas di sekitar simpang tiga terlihat kepadatan. Tidak hanya dari arah Jogja maupun Semarang. Tetapi, kepadatan kendaraan juga teihat dari arah Solo.
Kontributor : Ari Purnomo
Berita Terkait
-
Pascateror Bom Kartasura, Mabes Polri Pastikan Tak Ada Peningkatan Status
-
Penggeledehan Rumah Rofik Selesai, Petugas Copot Garis Polisi
-
Bom Bunuh Diri Kartasura, Eks Rektor UIN: Bukti Mereka Kehilangan Komando
-
Pelaku Bom Bunuh Diri Rofik Berpeluang Ditahan di Polda Jateng
-
The Heritage Palace, Tempat Wisata untuk Libur Lebaran di Kartasura
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB