SuaraJatim.id - Polres Sumenep menangkap dua pelaku M dan N yang diduga menjadi otak pembunuhan Ibnu Hajar, warga Dusun Beringinan Desa Gapurana Kecamatan Talango, Sumenep, Jawa Timur. Keduanya diduga menyewa seseorang untuk melaksanakan niat membunuh Ibnu Hajar.
Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto mengemukakan berdasarkan keterangan keduanya, mereka menyewa pelaku K dengan bayaran Rp 15 juta untuk melakukan pembunuhan terhadap Ibnu Hajar.
"Jadi mereka berdua melakukan pertemuan untuk melakukan pembunuhan pada korban dengan cara menyewa orang lain,” ungkapnya pada Rabu (31/7/2019).
Pelaku berinisial M diketahui merupakan warga Desa Essang dan N warga Desa Cabbiya Kecamatan Talongo. Sementara satu pelaku lainnya, K saat ini bersatatus buron dan sudah masuk pada daftar pencarian orang (DPO).
Sedangkan motif pembunuhan dipicu dugaan bahwa korban memiliki ilmu sihir atau santet yang disinyalir seorang pelaku, telah memakan korban salah satu keluarga pelaku.
Dikatakan Tego, dua tersangka tersebut diamankan pada malam hari saat menyaksikan kesenian tradisional di Kecamatan Talango. Dalam kasus tersebut M dan N berperan sebagai otak pelaku pembunuhan, sedangkan K yang masih buron itu sebagai ekskutor.
Kasus pembunuhan terhadap Ibnu Hajar tersebut sebenarnya terjadi setahun lalu. Menurut Tego, kasus yang terjadi pada April 2018 silan baru bisa terungkap dengan penangkapan pelaku yang dilakukan pada Juli 2019.
"Dua minggu yang lalu kami amankan, Satunya masih status buron," kata Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto pada Rabu (31/7/2019).
Untuk diketahui, Ibnu Hajar dibunuh pada 20 April 2018 lalu. Saat itu, korban ditembak orang tak dikenal dari jarak dekat, sekitar 10 meter, pada pukul 18.45 WIB hingga mengakibatkan meninggal dunia.
Baca Juga: Makan Kucing Hidup-hidup, Abah Grandong Diduga Belajar Ilmu Hitam
Ketika kejadian, korban sedang mengendaraia motor Honda Beat bernomor polisi B 4906 TCJ warna putih bermaksud mengirim beras ke panti asuhan di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Sumenep.
Akibat perbuatannya itu , dua pelaku dijerat dengan Pasal 340 sub. Pasal 338 dan pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 20 tahun penjara.
"Kami terus melakukan pengembangan atas kasus ini, semoga dalam waktu dekat pelaku lain bisa terungkap," tegasnya.
Kontributor : Muhammad Madani
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri
-
Dedikasi Mantri BRI di Kepulauan Talaud, Hadir Dampingi UMKM dan Perkuat Ekonomi Masyarakat